Breaking News

Om Freddy dan Om Yoyok, Kehadiran Kader Posyandu Laki-Laki di Era Stigma Gender

Matakaltaranews.com – Bulungan, Berbicara kader posyandu maka yang ada di benak masyarakat pada umumnya pastilah harus perempuan. Anggapan ini tentu tidak berlaku di Posyandu Pekuwah Kimet Desa Long Lian. Tersebutlah namanya Om Freddy Latuheru dan Om Yoyok E.S, kader laki-laki yang mengabdikan dirinya dalam pelayanan kesehatan dasar, di Posyandu Pekuwah Kimet Desa Long Lian Kabupaten Bulungan. Om Freddy dan Om Yoyok adalah dua dari lima belas kader Posyandu Pekuwah Kimet. Mereka mengabdikan diri menjadi kader Posyandu sudah empat tahun lebih, awalnya mereka berdua adalah kader posyandu lansia yang sekarang menjadi Posyandu ILP bersama dengan posyandu-posyandu lainnya.

Kesehariannya sederhana, di luar jadwal posyandu, Om Freddy dan Om Yoyok adalah petani. Kehadiran kader laki-laki di Posyandu sangatlah unik di mana kader posyandu selama ini dipersepsikan oleh masyarakat adalah perempuan. Tanggung jawab sebagai penggerak masyarakat di bidang kesehatan, penyuluh dan pencatat laporan kegiatan, umumnya diemban oleh kader perempuan.

banner 325x300

Ditemui oleh awak media ini, Selasa, (6/5/2025) mereka berdua menceritakan ketika mulai mengabdi sebagai kader posyandu di Desa Long Lian awalnya mereka canggung tapi seiring waktu akhirnya mereka terbiasa. “Saat awal kami bergabung menjadi kader posyandu memang canggung, maklum karena anggapan masyarakat selama ini kalau kader itu pasti perempuan ditambah lagi setelah penerapan Posyandu ILP atau siklus hidup yang mana kami harus melayani seluruh masyarakat termasuk bayi balita dan ibu hamil”, tutur Om Freddy..

Kami harus paham semua keterampilan yang mungkin sebelumnya kami belum tahu seperti cara pengisian KMS, mempelajari Buku KIA serta grafik-grafik lainnya, sambung Om Yoyok.

Menjadi kader posyandu laki-laki menjadi gambaran pembanding bahwa sejatinya isu kesehatan khususnya balita, baik pertumbuhan dan perkembangannya, adalah tanggung jawab orang tua laki-laki dan perempuan, bukan salah satunya. Di sisi lain, kehadiran kader laki-laki menjadi pioneer dalam memberikan penyuluhan serta penyemangat kepada laki-laki untuk mau berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan posyandu

Beberapa kader perempuan memandang positif kehadiran kader laki-laki di Posyandu. Menurut salah satu teman sesama kader dari Posyandu Pekuwah Kimet Desa Long Lian , Om Freddy dan Om Yoyok adalah sosok yang rajin, ramah dan welcome. Widyastuti, A.Md.Kep salah satu petugas Pustu Desa Long Lian memiliki pendapat sendiri mengenai para kader Posyandu laki-laki. Menurutnya mereka dipilih karena bisa bekerja sama, mau belajar dan memiliki kepedulian tinggi pada masyarakat.

Om Freddy dan Om Yoyok menegaskan, ia tidak mengharapkan imbalan yang berlebih sebagai kader Posyandu. Dari awal dia menjadi kader, dia menyadari bahwa ini adalah pekerjaan sukarela. “Kami berdua ingin membangun desa kami dan salah satu cara yang bisa kami lakukan dengan mengambil bagian dalam pelayanan kesehatan di Posyandu”, ujar Om Yoyok.

Harapan dari Om Freddy dan Om Yoyok serta sebagian besar kader Posyandu di desa Long Lian adalah adanya perbaikan sistem pelayanan posyandu dengan bantuan dari semua pihak. Dengan demikian, pelayanan Posyandu dapat menjadi lebih nyaman dan jumlah kunjungan warga desa Long Lian dari semua siklus hidup terus meningkat. (rdm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *