MKN | TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bergerak cepat melakukan penanganan pasca-kebakaran yang melanda bangunan utama Kantor Bupati Bulungan. Langkah strategis pertama yang diambil adalah menyiapkan relokasi sementara bagi para pegawai terdampak guna memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak lumpuh.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak bersama. Salah satunya dengan melakukan inventarisasi meja, kursi, dan fasilitas kerja lainnya yang saat ini sedang tidak terpakai namun masih layak guna.
“Kami meminta seluruh perangkat daerah mendata aset meja dan kursi yang masih layak pakai namun belum digunakan,” ujar Risdianto.
Menurut Risdianto, kebutuhan akan fasilitas kerja darurat ini terbilang cukup besar. Hal ini seiring dengan rencana pemindahan ruang kerja bagi para asisten, kepala bagian, hingga staf yang sebelumnya berkantor di gedung utama.
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, jumlah meja dan kursi yang tersedia saat ini di lokasi pengungsian belum mencukupi untuk menunjang aktivitas harian seluruh pegawai.
“Untuk mendukung relokasi pegawai dari bangunan utama, masih diperlukan tambahan meja dan kursi,” tambahnya.
Oleh karena itu, Sekda mengimbau setiap perangkat daerah secara aktif mengecek ketersediaan aset di kantor masing-masing dan segera menyalurkannya ke unit kerja yang terdampak. Gotong royong antar-OPD ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan aktivitas pemerintahan.
Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan
Untuk sementara waktu, pusat aktivitas perkantoran yang terdampak dialihkan ke ruang serbaguna di lingkungan Kantor Bupati Bulungan. Pemkab Bulungan menjamin bahwa keterbatasan fisik bangunan tidak akan menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan publik harus tetap berjalan. Kami berupaya agar kebutuhan dasar pegawai segera terpenuhi sehingga aktivitas pemerintahan tetap optimal,” pungkas Risdianto.
#Redaksi Mata Kaltara News














