Breaking News

Kisah Inspiratif! Pasutri Asal Papua, Kompak Raih Gelar di Pascasarjana UNIFA Makassar

MKN|MAKASSAR — Semangat untuk terus meningkatkan pendidikan dan kompetensi ditunjukkan pasangan suami istri asal Papua, Epri Karapa, ST, yang bertugas di BPBD Kabupaten Dogiyai, bersama istrinya, Meri Palloan, S.Pd, yang mengabdi di Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai.

Di tengah kesibukan menjalankan tugas dan pengabdian di daerah masing-masing, keduanya tidak ingin berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Epri dan Meri memilih kembali duduk di bangku kuliah untuk memperdalam ilmu dan meningkatkan kapasitas diri, dengan melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Fajar (UNIFA) Makassar melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

banner 325x300

Perjalanan dari Papua menuju Makassar menjadi bagian penting dalam cerita pendidikan pasangan ini. Dengan tetap menjalankan tanggung jawab pekerjaan di daerah masing-masing, mereka mengikuti proses perkuliahan secara online. Jarak ribuan kilometer tidak menyurutkan semangat keduanya untuk menyelesaikan pendidikan hingga akhirnya tiba pada satu momen yang dinantikan: prosesi Yudisium UNIFA pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Bagi Epri dan Meri, Yudisium bukan sekadar seremoni akademik. Momen tersebut menjadi penanda dari sebuah perjalanan panjang yang dilalui dengan membagi waktu antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan kewajiban sebagai mahasiswa. Perjalanan itu sekaligus menjadi bukti bahwa kesempatan untuk terus belajar dapat ditempuh siapa saja, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat pendidikan.

Kepada MataKaltara News, Meri menyampaikan kesan dan harapannya sesaat setelah mengikuti prosesi Yudisium. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti perkuliahan Magister Manajemen UNIFA secara online.

“Selama mengikuti perkuliahan Magister Manajemen di Universitas Fajar secara online, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Meskipun proses perkuliahan dilakukan dari jarak jauh, saya tetap dapat mengikuti pembelajaran, berdiskusi, dan memperoleh ilmu dari para dosen dengan baik,” ujar Meri.

Menurutnya, perkuliahan secara daring tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan mengatur waktu.

“Perkuliahan online juga mengajarkan saya untuk lebih disiplin, mandiri, mampu mengatur waktu, serta bertanggung jawab terhadap proses belajar. Berbagai tugas, diskusi, dan materi yang diberikan menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” katanya.

Meri juga memberikan apresiasi kepada para dosen yang tetap memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi selama proses perkuliahan berlangsung.

“Saya juga sangat mengapresiasi para dosen yang tetap memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi meskipun perkuliahan dilakukan secara online. Bagi saya, jarak bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang berkualitas,” ungkapnya.

Berharap UNIFA Terus Menjadi Jembatan Pendidikan di Nusantara

Setelah menyelesaikan proses pendidikan, Meri menyampaikan pesan dan harapan kepada Universitas Fajar, khususnya Program Studi Magister Manajemen jalur RPL.

Ia berharap UNIFA dapat terus memperkuat infrastruktur pembelajaran digital agar mahasiswa yang berada di luar Sulawesi, termasuk Papua, tetap dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

“Semoga Universitas Fajar, khususnya Program Studi Magister Manajemen jalur RPL, terus konsisten meningkatkan kualitas infrastruktur pembelajaran digital agar mahasiswa yang berada di luar Sulawesi seperti di Papua tetap terhubung dengan optimal,” harap Meri.

Menurutnya, pengembangan sistem pembelajaran digital akan semakin membuka kesempatan bagi para profesional di berbagai daerah untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala jarak.

“Semoga UNIFA semakin sukses menjadi jembatan pendidikan berkualitas bagi para profesional di seluruh Nusantara dan terus melahirkan lulusan Magister Manajemen yang handal, berintegritas, serta siap membangun daerahnya masing-masing,” lanjutnya.

Terima Kasih untuk Dosen UNIFA

Meri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen yang telah memberikan ilmu, kesabaran, bimbingan, dan motivasi selama dirinya mengikuti proses perkuliahan.

“Kepada Bapak dan Ibu Dosen, saya mengucapkan terima kasih atas ilmu, kesabaran, bimbingan, dan motivasi yang telah diberikan selama proses perkuliahan. Semoga ilmu yang telah diberikan menjadi bekal yang bermanfaat bagi saya dalam menjalankan tanggung jawab dan mengembangkan diri ke depan,” tuturnya.

Bagi Meri, meskipun mengikuti perkuliahan dari jarak jauh, dirinya tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Fajar.

“Terima kasih Universitas Fajar. Terima kasih Bapak dan Ibu Dosen. Walaupun saya belajar dari jarak jauh melalui perkuliahan online, saya tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Fajar,” ucapnya.

Ia pun berharap UNIFA terus berkembang dan menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah masing-masing.

“Semoga Universitas Fajar semakin maju, berkembang, dan terus menghasilkan lulusan yang berkualitas,” pungkas Meri.

Kisah Epri Karapa dan Meri Palloan menjadi gambaran bahwa jarak geografis bukan menjadi penghalang untuk terus menuntut ilmu. Dari Papua, keduanya memilih melanjutkan pendidikan di Makassar sambil tetap menjalankan tanggung jawab pengabdian di daerah masing-masing.

Bagi pasangan ini, pendidikan bukan sekadar mengejar gelar akademik. Lebih dari itu, pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan di Papua.

“Dari Papua ke Makassar, Epri dan Meri membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas jarak”. ((rdm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *