MKN|NUNUKAN, – Pasukan Merah Serdaduuq Adat Regatn Tatau (PM SART) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Nunukan berhasil meraih penghargaan Juara Favorit dalam Pawai Budaya untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.
Kegiatan pawai budaya tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026), dengan titik awal keberangkatan dari Pelabuhan Tunon Taka dan berakhir di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan Nunukan. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Nunukan sekaligus menampilkan kekayaan adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pawai budaya tersebut juga dihadiri Ketua PM SART DPD Kabupaten Malinau, Patih Lango Alos. Kehadirannya menjadi bentuk kebersamaan jajaran PM SART lintas kabupaten dalam memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan. Momentum ini sekaligus mempererat tali persaudaraan, memperkuat solidaritas organisasi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya.
Prestasi yang diraih PM SART DPD Kabupaten Nunukan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar organisasi tersebut. Pasalnya, organisasi yang telah berdiri sekitar tiga tahun di Kabupaten Nunukan itu baru pertama kali mengikuti Pawai Budaya tingkat kabupaten dan langsung memperoleh penghargaan Juara Favorit.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian dalam kegiatan budaya, tetapi juga menjadi momentum bagi PM SART untuk memperkenalkan identitas adat, memperkuat persaudaraan, serta menunjukkan komitmennya dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Zainal Abidinsyah, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Camat Sebatik Timur, PM SART terus mengembangkan peran organisasi, baik dalam pelestarian adat dan budaya maupun dalam mendukung penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan komunikasi, dialog, dan musyawarah.
Di tengah kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan dan memimpin organisasi adat, Zainal Abidinsyah juga berhasil menuntaskan pendidikan pascasarjana di Universitas Fajar (UNIFA) Makassar. Ia baru saja mengikuti prosesi wisuda setelah menyelesaikan studi pada jenjang magister.
Pencapaian akademik tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan pascasarjana di tengah tanggung jawab pekerjaan dan aktivitas organisasi menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan.
Kemampuan membagi waktu antara tugas pemerintahan, pengabdian kepada masyarakat, tanggung jawab organisasi, dan pendidikan menjadi pengalaman tersendiri bagi Zainal Abidinsyah. Bekal pengalaman dan pendidikan tersebut diharapkan dapat mendukung kontribusinya dalam pelestarian budaya, penguatan komunikasi sosial, serta pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis di Kabupaten Nunukan.
Keberadaan PM SART di Kabupaten Nunukan tidak semata-mata berorientasi pada pelestarian tradisi dan kebudayaan. Organisasi ini juga mengambil bagian dalam membangun hubungan sosial yang harmonis serta mendorong penyelesaian persoalan masyarakat secara damai.
Selain DPD Kabupaten Nunukan, PM SART telah terbentuk di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sembakung dan DPC Lumbis. Kehadiran kepengurusan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran organisasi dalam menjaga nilai-nilai adat, mempererat persaudaraan, dan membangun komunikasi antarelemen masyarakat.
Di wilayah Kecamatan Sembakung, PM SART turut berperan dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan tanah adat yang berkaitan dengan perusahaan. Melalui komunikasi, dialog, dan koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk unsur TNI dan Polri, persoalan tersebut dilaporkan berhasil diselesaikan dalam suasana aman dan kondusif.
Peran tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan adat dapat menjadi salah satu ruang komunikasi yang membantu mempertemukan kepentingan para pihak. Dengan mengedepankan dialog dan musyawarah, persoalan yang berpotensi menimbulkan ketegangan dapat diupayakan penyelesaiannya tanpa memperpanjang konflik sosial.
Di Kabupaten Nunukan, PM SART juga telah beberapa kali terlibat dalam memfasilitasi penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Dalam upaya tersebut, pendekatan musyawarah, dialog, dan prinsip keadilan restoratif atau *restorative justice* dikedepankan untuk mendorong perdamaian, membangun kembali komunikasi, serta memulihkan hubungan sosial di tengah masyarakat.
Zainal Abidinsyah sendiri disebut telah lima kali terlibat dalam upaya memfasilitasi penyelesaian persoalan melalui pendekatan tersebut. Pengalaman ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam mengelola perbedaan dan mencegah konflik berkepanjangan.
Penyelesaian setiap persoalan tetap perlu memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku, hak-hak para pihak, serta koordinasi dengan instansi berwenang sesuai dengan karakter persoalan yang dihadapi.
Keikutsertaan PM SART dalam Pawai Budaya HUT ke-27 Kabupaten Nunukan bukan sekadar upaya untuk memperoleh penghargaan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan adat dan budaya kepada masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Raihan Juara Favorit diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran PM SART untuk terus meningkatkan partisipasi dalam kegiatan kebudayaan, memperkuat solidaritas organisasi, dan melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian tradisi.
Pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan pakaian adat, penampilan seni, atau keikutsertaan dalam kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.
Dalam konteks masyarakat Kabupaten Nunukan yang memiliki keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial, peran organisasi adat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka serta memperkuat semangat hidup berdampingan secara damai.
Pimpinan PM SART DPD Kabupaten Nunukan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan terhadap keikutsertaan organisasi tersebut dalam Pawai Budaya.
Dukungan dan kebersamaan seluruh anggota menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut. Penghargaan Juara Favorit diharapkan tidak berhenti sebagai capaian sesaat, melainkan menjadi dorongan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ke depan, PM SART DPD Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pelestarian budaya, penguatan persaudaraan antarsuku, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lainnya. Sinergi antarpihak diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan konflik, meningkatkan kualitas komunikasi sosial, dan menciptakan lingkungan masyarakat yang aman serta kondusif.
Kehadiran Ketua PM SART DPD Kabupaten Malinau, Patih Lango Alos, dalam kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarpengurus PM SART di wilayah Kalimantan Utara. Melalui kebersamaan dan koordinasi lintas kabupaten, organisasi diharapkan dapat terus mengembangkan kegiatan pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
Bagi PM SART, pelestarian adat dan budaya harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga persatuan. Identitas budaya bukan menjadi pembatas dalam kehidupan bermasyarakat, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun rasa saling menghargai di tengah perbedaan.
Prestasi dalam Pawai Budaya HUT ke-27 Kabupaten Nunukan menjadi langkah awal bagi PM SART untuk semakin dikenal melalui kegiatan kebudayaan sekaligus kontribusi sosialnya. Sementara itu, pencapaian pendidikan pascasarjana yang diraih Zainal Abidinsyah menjadi bagian dari perjalanan pengembangan diri yang berjalan seiring dengan tanggung jawab pemerintahan dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat, PM SART berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Kabupaten Nunukan yang harmonis, damai, dan menjunjung tinggi persaudaraan.(rdm)

















