Breaking News

ASN Kabupaten Bulungan Rahmansyah Torehkan Prestasi Akademik, Selesaikan Dua Program Magister

Tempuh Magister Manajemen dan Magister, Jadi Bukti Komitmen Kesehatan Masyarakat Jadi Bukti Komitmen Tingkatkan Kompetensi ASN

MKN|MAKASSAR– Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan, Rahmansyah, menorehkan prestasi akademik dengan menyelesaikan dua program magister di bidang berbeda.

Kepada MataKaltara News, Rabu (7/10/2026), Rahmansyah bercerita tentang perjalanan akademiknya yang dijalani di tengah kesibukan sebagai ASN. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Fajar Makassar serta Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia Maju (UIMA) Jakarta.

banner 325x300

Bagi Rahmansyah, menyelesaikan dua pendidikan magister bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga bagian dari proses untuk terus meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kapasitas profesional dalam menjalankan tugas sebagai aparatur.

“Pendidikan merupakan bagian dari proses untuk terus meningkatkan kompetensi. Gelar bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi bagian dari perjalanan untuk mendapatkan ilmu, pengalaman dan kemampuan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas,” ujar Rahmansyah saat menceritakan pengalamannya kepada MataKaltara News.

Pada Program Magister Manajemen Universitas Fajar Makassar, Rahmansyah telah menyelesaikan penelitian dan tesis sebagai salah satu persyaratan akademik. Penyusunan tesis tersebut mendapat bimbingan dari Dr. Ir. Mujahid, S.E., M.M., M.I.Kom. dan Dr. Abdul Samad A., S.E., M.Si.

Berbagai tahapan akademik dilalui, mulai dari penyusunan proposal, pengembangan kajian teoritis, pengumpulan dan analisis data hingga penyempurnaan hasil penelitian melalui proses bimbingan dan evaluasi.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan penelitian, Rahmansyah dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada 8 Oktober 2026 di Universitas Fajar Makassar.

Wisuda tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menandai selesainya pendidikan Magister Manajemen yang ditempuh melalui program RPL.

Namun, perjalanan pendidikan Rahmansyah tidak berhenti pada bidang manajemen. Pada waktu yang sama, ia juga menempuh pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia Maju Jakarta dan telah menyelesaikan tesis di bawah bimbingan Achmad Lukman Hakim, SKM., MPH.

Berbagi Pengalaman Menjalani Pendidikan

Saat berbincang dengan MataKaltara New, Rabu (7/10/2026), Rahmansyah mengungkapkan bahwa menjalani pendidikan pascasarjana sambil tetap bekerja sebagai ASN membutuhkan komitmen dan kemampuan mengatur waktu.

Di satu sisi, tugas kedinasan harus tetap dijalankan. Di sisi lain, kewajiban akademik seperti perkuliahan, penelitian, penyusunan tesis, konsultasi dengan dosen pembimbing hingga pemenuhan berbagai persyaratan akademik harus diselesaikan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, kesibukan pekerjaan justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan.

“Jangan menjadikan kesibukan pekerjaan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Selama ada kemauan, kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri selalu terbuka. Yang terpenting adalah konsisten, disiplin dan mampu membagi waktu dengan baik,” tuturnya.

Rahmansyah mengatakan, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada gelar. Lebih dari itu, pendidikan menjadi proses untuk memperluas wawasan, melatih kemampuan berpikir kritis, serta membangun kemampuan dalam melihat dan menyelesaikan persoalan secara lebih sistematis.

Dua Bidang Keilmuan, Satu Tujuan

Menempuh pendidikan di bidang manajemen dan kesehatan masyarakat memberikan pengalaman sekaligus perspektif yang berbeda bagi Rahmansyah.

Ilmu manajemen memberikan pemahaman mengenai pengelolaan organisasi, sumber daya manusia, strategi, serta berbagai sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Sementara ilmu kesehatan masyarakat memberikan pemahaman mengenai pembangunan kesehatan, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, pengelolaan program kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Rahmansyah menilai, perpaduan kedua bidang keilmuan tersebut dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Apresiasi kepada Pembimbing dan Keluarga

Dalam perjalanan menyelesaikan pendidikan, Rahmansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, masukan, dan koreksi selama proses penyusunan tesis.

“Terima kasih kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, masukan dan koreksi selama proses penyusunan tesis. Bimbingan tersebut sangat berarti dalam menyelesaikan penelitian dan pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan kerja, sahabat, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama menjalani pendidikan.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan pekerjaan.

Berharap Ilmu yang Diperoleh Bermanfaat bagi Daerah

Dengan selesainya dua program magister tersebut, Rahmansyah berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat lebih luas, khususnya dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bulungan.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

ASN, kata dia, tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus mampu memahami persoalan secara komprehensif, menyusun perencanaan berbasis data, mengambil keputusan secara tepat, serta memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Harapannya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Apa yang dipelajari di bangku pendidikan harus dapat memberikan nilai tambah bagi pekerjaan dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pesan untuk ASN: Jangan Berhenti Belajar

Rahmansyah berharap perjalanan akademiknya dapat menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Menurutnya, pendidikan formal maupun nonformal dapat menjadi salah satu cara untuk membangun aparatur yang profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perubahan.

“Pendidikan bukan akhir dari perjalanan. Justru setelah mendapatkan ilmu, ada tanggung jawab untuk menerapkannya. Jangan berhenti belajar hanya karena sudah bekerja atau merasa sibuk dengan pekerjaan,” ujarnya.

Penyelesaian pendidikan Magister Manajemen di Universitas Fajar Makassar dan Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia Maju Jakarta menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan akademik Rahmansyah.

Namun, bagi dirinya, gelar akademik bukanlah tujuan akhir. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam pekerjaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai ASN Pemerintah Kabupaten Bulungan, Rahmansyah berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi sesuai dengan tugas dan kapasitas yang dimiliki.

“Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang kita peroleh bisa memberikan manfaat. Pendidikan, pengalaman kerja dan pengabdian harus berjalan bersama,” pungkasnya.(rdm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *