MKN|KM. BUKIT SIGUNTANG – Sebanyak 27 mahasiswa Pascasarjana Universitas Fajar (UNIFA) asal Kalimantan Utara (Kaltara) menempuh perjalanan menuju Makassar melalui jalur laut untuk mengikuti rangkaian yudisium dan wisuda.
Rombongan bertolak dari Pelabuhan Tarakan pada 1 Oktober 2026 dengan menumpang KM Bukit Siguntang milik PT Pelni. Kapal kemudian transit di Nunukan, Balikpapan, dan Pare-Pare sebelum melanjutkan pelayaran menuju Makassar. Rombongan didominasi mahasiswa dari Kabupaten Nunukan, sementara peserta lainnya berasal dari sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Penajam Paser Utara, hingga Kota Balikpapan.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari perjuangan mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan Pascasarjana. Keberangkatan bersama juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sebelum memasuki tahapan akhir studi.
Salah satu peserta rombongan, Ernawati, S.Pd yang bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, mengaku tetap antusias mengikuti perjalanan menuju Makassar.
“Meski perjalanan cukup panjang, kami tetap semangat karena akan mengikuti agenda akhir pendidikan yang telah dinantikan. Momen ini menjadi bagian penting dari proses kami selama menempuh pendidikan di Pascasarjana UNIFA,” kata Ernawati saat berbincang dengan awak media MataKaltara News, yang juga turut serta dalam pelayaran tersebut, Jumat (2/10/2026).
Selama menempuh pendidikan di Pascasarjana Universitas Fajar Makassar, Ernawati, S.Pd mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan bidang akademik, tetapi juga dalam membangun relasi dan kebersamaan dengan sesama mahasiswa.
“Selama kuliah di Pascasarjana Universitas Fajar Makassar, saya mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu yang sangat berharga. Selain pengetahuan akademik, saya juga belajar bagaimana membangun komunikasi, bekerja sama, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah,” ujar Ernawati.
Menurutnya, proses perkuliahan yang dijalani selama ini menjadi pengalaman yang berkesan. Meskipun harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan, dukungan dari dosen, teman-teman, serta keluarga menjadi salah satu penyemangat dalam menyelesaikan studi.
“Bagi saya, kuliah di Pascasarjana UNIFA merupakan sebuah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi juga memberikan banyak kesan. Ada suka dan duka selama menjalani perkuliahan, terutama dalam membagi waktu dengan pekerjaan. Namun, semua itu menjadi pengalaman berharga yang akan selalu saya ingat,” katanya.
Ernawati berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Pascasarjana UNIFA dapat memberikan manfaat, khususnya dalam menjalankan tugas dan pengabdian di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
“Pesan saya kepada teman-teman yang masih melanjutkan pendidikan, jangan mudah menyerah. Setiap proses pasti ada tantangannya, tetapi dengan kemauan, kesabaran, dan semangat untuk belajar, semuanya bisa dilalui. Semoga ilmu yang kita dapatkan selama kuliah bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, tempat kita bekerja, dan masyarakat,” tutur Ernawati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalani pendidikan di Pascasarjana Universitas Fajar Makassar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen dan pihak Universitas Fajar yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan pengalaman selama proses pendidikan. Terima kasih juga kepada keluarga dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan. Semoga kebersamaan dan silaturahmi yang sudah terjalin selama kuliah tetap terjaga,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Suardy, S.IP, mahasiswa asal Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Kepala Subbagian Penyusun Program Kecamatan Krayan Barat. Ia menceritakan bahwa perjuangan mengikuti rangkaian akhir pendidikan tersebut bahkan telah dimulai sejak keberangkatannya dari Krayan.
Untuk menuju Nunukan, Suardy harus menggunakan pesawat Susi Air. Perjalanan tersebut juga diwarnai panjangnya antrean tiket penerbangan, sebelum akhirnya ia tiba di Nunukan dan tinggal sementara di rumah keluarga selama empat hari sembari menunggu keberangkatan KM Bukit Siguntang menuju Makassar.
“Perjalanan dari Krayan menuju Makassar cukup panjang. Dari Krayan saya harus menggunakan pesawat Susi Air, dan untuk mendapatkan tiket juga harus melalui antrean yang cukup panjang. Setelah tiba di Nunukan, saya menginap di tempat keluarga selama kurang lebih empat hari sambil menunggu keberangkatan kapal Bukit Siguntang tujuan Makassar,” ujar Suardy.
Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus bagian dari perjuangan untuk mengikuti rangkaian akhir pendidikan Pascasarjana UNIFA.
“Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya soal menuju Makassar, tetapi juga menjadi bagian dari cerita perjuangan selama menjalani pendidikan. Kami datang dengan semangat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dan membawa pulang pengalaman yang berharga,” ujar Suardy.
Menurut Suardy, kebersamaan dalam rombongan membuat perjalanan terasah lebih menyenangkan. Para mahasiswa dapat saling berbagi cerita dan memberikan dukungan satu sama lain selama perjalanan.
“Walaupun perjalanan cukup panjang dan melelahkan, kebersamaan dengan teman-teman membuat semuanya terasa lebih ringan. Kami bisa saling berbagi cerita dan memberikan semangat satu sama lain,” tambahnya.
Setibanya di Makassar, rombongan dijadwalkan mengikuti agenda akademik pada 6–8 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar. Rangkaian tersebut mencakup tahapan penetapan kelulusan, kegiatan akademik, hingga seremoni pengukuhan para lulusan Pascasarjana UNIFA.
Bagi 27 mahasiswa asal Kaltara dan sejumlah daerah lainnya, perjalanan ini menjadi bagian penting dari proses yang telah mereka lalui. Setelah menyelesaikan tahapan pendidikan dan menempuh perjalanan menuju Makassar dengan melewati sejumlah pelabuhan, yakni Nunukan, Balikpapan, dan Pare-Pare, mereka kini bersiap menutup masa studi dan melangkah ke fase baru dalam kehidupan akademik maupun profesional.(rdm)

















