MKN | NUNUKAN – Upaya peningkatan kapasitas generasi muda di wilayah perbatasan terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP), program literasi digital kini difokuskan kepada pelajar di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Kegiatan sosialisasi terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tersebut digelar di SMA Negeri 1 Sebatik pada Senin (27/4) dan diikuti siswa SMA serta SMK setempat. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman pelajar terhadap pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan produktif.
Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Sebatik sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara lain. Menurutnya, posisi tersebut menjadikan generasi muda di perbatasan memiliki tanggung jawab lebih dalam menjaga citra bangsa, termasuk di ruang digital.
Ia menyebutkan, perkembangan teknologi saat ini telah menghapus sekat geografis dalam akses informasi. Karena itu, pelajar di Sebatik memiliki peluang yang sama untuk berkembang seperti pelajar di daerah lain, bahkan di tingkat global.
Namun demikian, ia mengingatkan agar kemudahan akses tersebut tidak disalahgunakan. Pelajar diharapkan mampu memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memecah persatuan.
Lebih lanjut, Iskandar menilai literasi digital kini menjadi bagian penting dalam upaya bela negara. Tidak lagi terbatas pada aspek fisik, tetapi juga mencakup kemampuan menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan bernilai positif.














