Breaking News

Geliat Investasi Melejit, Pemprov Siapkan ‘SINERGI Kaltara’ Hubungkan UMKM ke Industri Tanah Kuning

Investasi

MKN |TANJUNG SELOR – Arus investasi yang masuk ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan tren lonjakan yang signifikan. Salah satu motor penggerak utamanya adalah Kawasan Industri Tanah Kuning yang kini terus berkembang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kendati demikian, derasnya modal yang masuk menyisakan tantangan besar bagi pemerintah daerah, yakni memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.

banner 325x300

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara resmi memperkenalkan sebuah gagasan strategis bertajuk SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara). Gagasan ini dibahas secara mendalam dalam Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (8/7/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menerangkan bahwa SINERGI Kaltara dirancang khusus sebagai jembatan ekonomi. Program ini akan mengintegrasikan potensi pelaku usaha lokal dengan kebutuhan operasional korporasi di Kawasan Industri Tanah Kuning.

“Kami menyusun SINERGI Kaltara sebagai langkah agar peluang ekonomi yang sangat besar benar-benar dapat dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tegas Denny.

Menjawab Kesenjangan Rantai Pasok Industri

Lebih lanjut, Denny memaparkan data bahwa Kawasan Industri Tanah Kuning memiliki luas lahan mencapai 10.100 hektare. Dengan statusnya sebagai PSN, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi skala raksasa.

Namun, di sisi lain, terdapat ketimpangan di mana sekitar 51.840 pelaku UMKM di Kaltara tercatat belum terhubung ke dalam ekosistem industri tersebut. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah mendesak karena ruang bagi pengusaha lokal untuk masuk ke rantai pasok global masih sangat terbatas.

“Ini menjadi persoalan yang harus segera kita selesaikan. Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi UMKM kita tidak ikut tumbuh,” ujarnya.

Investasi Meroket 160 Persen, Manfaat Harus Merata

Berdasarkan data makro ekonomi yang dipaparkan, realisasi nilai investasi di Bumi Benuanta mengalami lonjakan drastis, yakni:

  • Nilai investasi pada tahun 2024 berada di angka kisaran Rp11,79 triliun.

  • Angka tersebut melesat tajam menjadi Rp30,64 triliun pada tahun 2025.

  • Secara persentase, terjadi kenaikan hingga mencapai 160 persen, yang merefleksikan tingginya kepercayaan para investor.

Meski investasi meroket, peningkatan kesejahteraan yang diukur melalui pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat baru berada di angka sekitar 3,2 persen.

“Artinya, pertumbuhan investasi yang tinggi belum sepenuhnya menghasilkan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat,” jelas Sekprov Kaltara.

Antisipasi Ancaman Enclave Economy

Denny menilai rembesan ekonomi (trickle-down effect) belum berjalan optimal akibat belum adanya sistem kolaborasi terintegrasi yang mengikat antara kawasan industri dengan UMKM lokal. Jika ekosistem ini dibiarkan berjalan sendiri-sendiri, kebocoran ekonomi daerah akan semakin membesar karena korporasi cenderung memasok kebutuhan operasional mereka dari luar Kaltara.

Dampak negatif lain yang mengintai mencakup:

  • Melebarnya jurang kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

  • Melemahnya daya saing produk UMKM lokal di pasar modern.

  • Terhambatnya implementasi program hilirisasi nasional di daerah.

  • Penurunan daya tarik investasi jangka panjang akibat tidak terpenuhinya prinsip keberlanjutan (sustainability) lewat pelibatan warga lokal.

“Bahkan kita bisa menghadapi enclave economy, ketika investasi besar hadir tetapi manfaatnya hanya sedikit dirasakan masyarakat sekitar,” kata Denny mengingatkan.

Menutup pemaparannya, Sekprov Denny mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara untuk menyatukan visi dan bersinergi mendukung kesuksesan program SINERGI Kaltara. Lewat skema ini, UMKM lokal ditargetkan mampu meng-upgrade kapasitas produk mereka agar memenuhi standar industri global.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Itu yang ingin kita wujudkan melalui SINERGI Kaltara,” pungkasnya.(*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *