MKN | TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi memberangkatkan kontingen daerah untuk berlaga di ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Seremoni pelepasan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md, didampingi Ketua DPRD Bulungan, H. Riyanto, S.Sos.
Agenda pelepasan para duta tani dan nelayan Bumi Tenguyun ini berlangsung khidmat di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, pada Kamis (18/6/2026). Seluruh rombongan dijadwalkan bertolak menuju Provinsi Gorontalo sebagai pusat pelaksanaan PENAS XVII.
Wabup Kilat menjelaskan, partisipasi aktif Kabupaten Bulungan dalam forum nasional ini merupakan langkah strategis. Agenda ini menjadi momentum emas untuk menyerap perkembangan teknologi terbaru, memperluas jejaring kemitraan, serta saling berbagi pengalaman sukses dengan pelaku sektor pertanian dan perikanan dari seluruh penjuru tanah air.
Sarana Transfer Teknologi dan Inovasi Nasional
Dalam arahannya, Wabup menekankan bahwa PENAS bukan sekadar ajang berkumpul atau silaturahmi nasional bagi para pelaku usaha sektor primer. Lebih dari itu, forum ini merupakan ruang akselerasi untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“PENAS menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya serta membawa pulang ilmu dan inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Bulungan,” tegas Kilat.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar sepulangnya dari Gorontalo, para peserta mampu mengadopsi dan mengimplementasikan sistem pertanian modern serta teknologi perikanan tepat guna yang adaptif dengan iklim di Kabupaten Bulungan.
Komposisi Kontingen dan Protokol Kesehatan
Kontingen Kabupaten Bulungan yang diberangkatkan kali ini merupakan kolaborasi dari berbagai elemen kunci di sektor pangan, yang meliputi:
-
Petani berprestasi dari berbagai komoditas lokal.
-
Nelayan tangkap dan pembudidaya potensial.
-
Penyuluh pertanian lapangan sebagai pendamping teknis.
-
Tim official dan pendamping dari instansi terkait.
Di akhir sambutannya, Wabup juga menitipkan pesan krusial mengenai kedisiplinan kelompok. Ia meminta seluruh anggota kontingen untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan di tengah padatnya jadwal kegiatan, mempertahankan soliditas tim, serta menjaga reputasi dan nama baik daerah selama berada di luar provinsi.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan pelepasan secara simbolis oleh jajaran pimpinan daerah sebagai bentuk dukungan penuh bagi kemajuan sektor pertanian dan kelautan Bulungan. (*)














