MKN | TANJUNG SELOR — Warga RT 47/RW 17 Kelurahan Tanjung Selor mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Hj. Raju tembus Gang Puma. Air buangan yang mengalir ke saluran drainase umum permukiman tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Persoalan ini sebelumnya telah disampaikan langsung oleh warga kepada pihak pengelola. Namun, hingga tenggat waktu beberapa hari yang disepakati berlalu, tidak ada pembenahan maupun penjelasan resmi yang diterima warga. Bau tak sedap bahkan dilaporkan kerap tercium hingga ke dalam rumah.
Saat dikonfirmasi wartawan, tiga pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—Fida selaku Kepala SPPG, Bastian selaku Admin, dan Hilda selaku Akuntan—belum memberikan pernyataan atau penjelasan mengenai sistem pengelolaan limbah cair dapur tersebut.
Masyarakat menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menolak program MBG, melainkan menuntut pembenahan pada sistem pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Kami tidak menolak program MBG. Kami hanya meminta limbahnya jangan sampai mengganggu warga. Kami sudah datang menyampaikan keluhan, tetapi tidak mendapat respons yang jelas,” ujar perwakilan warga.
Warga kini meminta instansi pemerintah terkait untuk turun langsung ke lokasi guna memeriksa saluran drainase dan memastikan kelayakan sistem pengolahan limbah dapur MBG tersebut.
Limbah Dapur MBG Dipermasalahkan, Warga Tanjung Selor Keluhkan Bau Menyengat














