Mata Kaltara News, NUNUKAN – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia melalui Direktorat Dana Transfer Umum (Dit. DTU) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, khususnya di Pulau Sebatik, Selasa (4/11/2025).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh perwakilan Dit. DTU, Jack Subarja, dalam rangka monitoring dan evaluasi pemanfaatan dana transfer pusat yang digunakan untuk pembangunan dan pelayanan publik di daerah perbatasan.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Jack Subarja bersama rombongan didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Setkab Nunukan, Tenaga Ahli Program SKALA, perwakilan BPKAD Kabupaten Nunukan, Kepala Bapenda Kabupaten Nunukan, Kepala Dinas Kesehatan, serta perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Nunukan.
Tinjau Pemanfaatan Dana Transfer dan TDF
Jack menjelaskan bahwa pelaksanaan monitoring ini merupakan amanat langsung dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk memastikan efektivitas penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Treasury Deposit Facility (TDF) yang telah diterima oleh Pemerintah Daerah.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana dana yang disalurkan dari pusat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, terutama di bidang kesehatan dan infrastruktur dasar. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan langsung kepada Menteri Keuangan,” ujar Jack.
Ia menambahkan, dana TDF merupakan fasilitas keuangan yang disediakan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) dan digunakan untuk mendukung kelancaran penyaluran dana perimbangan dari pusat ke daerah.
“Setelah kami melihat di lapangan, ternyata dana tersebut benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Harapan kami, dana-dana itu terus digunakan sesuai peruntukkannya untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kunjungi Sejumlah Lokasi Pembangunan
Dalam kunjungan tersebut, tim Dit. DTU meninjau beberapa titik pembangunan di Pulau Sebatik yang bersumber dari dana transfer pusat.
Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya:
- Rehabilitasi Puskesmas Sei. Taiwan
- Rekonstruksi jalan menuju Embung Lapri
- Rekonstruksi jalan menuju Puskesmas Lallesalo
- Rekonstruksi jalan di Kampung Tellang, poros lama dan poros baru
Selain infrastruktur darat, rombongan juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pengadaan ambulans air, mengingat kondisi geografis Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan sebagian besar wilayahnya dipisahkan oleh perairan.
“Khusus untuk ambulans air, hal ini menjadi salah satu prioritas pembahasan kami di Kementerian Keuangan. Fasilitas ini sangat vital untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan,” jelas Jack.
Dukungan untuk Pembangunan di Daerah Perbatasan
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memperhatikan kebutuhan pembangunan di daerah perbatasan. Melalui monitoring langsung di lapangan, Kemenkeu dapat memperoleh gambaran nyata mengenai efektivitas penggunaan dana transfer dan kendala teknis yang dihadapi oleh pemerintah daerah.
Dengan hasil monitoring tersebut, diharapkan pemerintah pusat dapat terus memperkuat sinergi dengan Pemkab Nunukan dalam mendorong pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.(*)
Editor : Mata Kaltara News














