Breaking News

DKISP Kaltara Ajak ASN dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Keamanan Digital

Dkisp

MKN| TANJUNG SELOR Menyikapi maraknya potensi gangguan dan kebocoran data di ruang maya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) terus memperketat langkah pengamanan. Perlindungan data pribadi maupun data kedinasan kini menjadi fokus utama guna menjaga keamanan siber di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas.

Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa setiap tanda-tanda adanya risiko keamanan data harus ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

banner 325x300

“Kita tidak boleh menganggap remeh ancaman di dunia maya. Melindungi data ASN dan warga Kaltara adalah prioritas sekaligus tanggung jawab bersama, baik bagi instansi maupun setiap individu,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DKISP Kaltara telah memanggil seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait untuk mengikuti rapat sinkronisasi bersama Tim Penanganan Insiden dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan tim keamanan siber pusat dan tim tanggap insiden di lingkungan OPD, guna menyusun panduan serta imbauan yang jelas bagi seluruh aparatur. Salah satu langkah mendasar yang disarankan adalah segera mengganti kata sandi akun dengan kombinasi yang lebih kuat, minimal 12 karakter yang terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka, dan tanda baca.

Selain di lingkungan pemerintahan, imbauan serupa juga ditujukan kepada seluruh warga masyarakat. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan atau pencurian data yang sering menyamar sebagai pesan, tautan, atau aplikasi yang terlihat biasa saja.

“Hati-hati mengklik tautan yang tidak jelas asalnya dan hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi. Biasakan mengganti kata sandi secara berkala serta aktifkan fitur verifikasi ganda jika tersedia, agar keamanan akun jauh lebih terjaga,” pesan Iskandar.

Langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif, sehingga ruang digital di Kaltara tetap aman, nyaman, dan terhindar dari berbagai risiko kejahatan siber. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *