Mata Kaltara News, Malinau – Antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Malinau untuk mengikuti Irau Malinau 2025 begitu tinggi. Sejak pendaftaran dibuka sampai hari ini, jumlah pendaftar telah mencapai hampir 1.000 UMKM, jauh melebihi kuota yang disiapkan panitia, yakni hanya 300 peserta.
Kuota Terbatas di Pameran UMKM Irau Malinau 2025
Tingginya minat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM. Banyak yang khawatir tidak bisa berpartisipasi karena keterbatasan kuota.
Salah satu pelaku UMKM, Musa Bilung (53 tahun), pengrajin aksesoris dan suvenir khas Malinau, mengaku resah meski sudah mendaftar sejak awal.
“Setiap 2 tahun sekali kami menunggu acara ini, karena dampaknya besar sekali bagi penjualan. Tapi kuota yang tersedia terlalu sedikit dibandingkan jumlah UMKM yang ingin ikut. Kami memohon dengan sangat agar ada solusi dari Perindagkop, supaya lebih banyak pelaku UMKM bisa berpartisipasi,” ujar Musa Bilung.
Besarnya minat UMKM Malinau mencerminkan potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Produk yang dipersiapkan untuk ditampilkan meliputi:
- Tenun khas Malinau
- Kerajinan tangan dan aksesoris lokal
- Kuliner tradisional dan olahan pangan
- Hasil pertanian dan perkebunan
Namun, jika tidak ada solusi, keterbatasan kuota dikhawatirkan akan membuat banyak pelaku UMKM kehilangan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas bahkan kanca Internasional.
Harapan Solusi dari Perindagkop
Para pelaku UMKM berharap Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) bisa mencari jalan keluar. Beberapa opsi yang diusulkan, antara lain:
- Menambah jumlah stand pameran
- Membuka area tambahan khusus UMKM
- Membuat pameran terpisah sebagai bagian dari rangkaian Irau Malinau 2025
Dengan antusiasme hampir seribu pendaftar, UMKM Malinau diyakini akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam kemeriahan Irau Malinau 2025. Lebih dari sekadar pameran, keikutsertaan UMKM juga berkontribusi memperkuat perekonomian kerakyatan di Kabupaten Malinau.(mkn)














