MKN | TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mendorong pemerataan akses internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kaltara, layanan internet gratis berbasis Starlink kini telah dipasang di 10 sekolah tingkat SMA dan SMK yang berada di wilayah blankspot.
Program ini menjadi langkah konkret Pemprov Kaltara dalam mendukung kemajuan pendidikan di daerah yang sebelumnya sulit mengakses jaringan internet.
DKISP Kaltara Distribusikan Starlink ke Sekolah Blankspot
Kepala DKISP Provinsi Kaltara, Iskandar Alwi, mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya pihaknya telah mendistribusikan perangkat Starlink ke sejumlah sekolah di wilayah 3T.
“Ada 10 sekolah yang terdiri dari SMA dan SMK yang kita distribusikan alat Starlink sebagai langkah membantu sekolah tersebut mendapatkan akses layanan internet,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, sekolah penerima bantuan merupakan satuan pendidikan yang benar-benar berada di wilayah blankspot atau belum terjangkau jaringan internet konvensional.
Internet Jadi Kebutuhan Primer Sekolah
Iskandar menegaskan, di era digital saat ini internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi sekolah. Selain mendukung proses belajar mengajar, jaringan internet juga mempermudah pelayanan administrasi sekolah dan kebutuhan siswa.
“Apalagi saat ini baik ujian dan lainnya semuanya berbasis online. Makanya kita bertindak cepat sesuai arahan Gubernur Kaltara agar tidak ada lagi sekolah yang tidak terjangkau jaringan internet dan harus menumpang di tempat lain,” jelasnya.
Biaya Starlink Ditanggung Pemprov Kaltara
Program pemasangan Starlink ini sepenuhnya dibiayai oleh Pemprov Kaltara. Sekolah dan siswa tidak dibebankan biaya pemasangan maupun biaya langganan bulanan.
“Biaya bulanannya semua kita yang tanggung. Artinya pemerintah hadir dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” tambahnya.
Dengan terpasangnya layanan Starlink di 10 sekolah tersebut, DKISP memastikan kini tidak ada lagi sekolah tingkat SMA dan SMK di Kalimantan Utara yang kesulitan mengakses internet.
“Sudah tidak ada lagi sekolah SMA dan SMK di Kaltara yang sulit mengakses jaringan internet,” pungkasnya.














