Mata Kaltara News, BERAU – Darma Festival Teater (DaFT) IV sukses digelar oleh Sanggar Kreasi Seni Darma (SKSD) Berau bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau melalui Bidang Ekonomi Kreatif pada 23–27 September 2025.
Ajang ini menjadi wadah kompetisi teater tingkat pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Berau. Menariknya, pada pelaksanaan kali ini turut berpartisipasi satu komunitas teater pelajar dari Tanjung Palas Utara, Kalimantan Utara. 
Total terdapat enam komunitas teater pelajar tingkat SMP dan tujuh komunitas tingkat SMA yang menampilkan pertunjukan terbaik
mereka. Salah satunya adalah Teater Aswara, kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Teater Aswara berhasil meraih gelar Penyaji Terbaik II, sementara salah satu pemainnya, Izza Afkarina Nurdiana, dinobatkan sebagai Aktris Pembantu Terbaik.
Sebagai satu-satunya ekstrakurikuler teater di Kabupaten Bulungan, capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka. Meski demikian, untuk terus berkarya, mereka harus mengikuti kompetisi di luar daerah karena belum ada ajang serupa di Kabupaten Bulungan.
Riva Rahayu, Ketua Teater Aswara, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung keberangkatan mereka.
“Terima kasih kepada Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Utara yang telah mengizinkan kami ikut serta meskipun tidak bisa membantu secara anggaran karena belum masuk dalam rencana kerja sekolah tahun ini.
Terima kasih juga kepada Penerbit Erlangga, Penerbit Gramedia, Bapak Dwi Sugiarto selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, rekan-rekan yang terlibat dalam penggalangan dana, Kepala-Kepala SD yang membantu membeli buku kami, serta Kak Kris yang luar biasa mendukung kami.
Semoga Tuhan membalas semua kebaikan tersebut,” ujarnya.
Senada dengan itu, Riswansyah selaku pelatih Teater Aswara juga menyampaikan terima kasih kepada SKSD Berau dan Bidang Ekraf Disbudpar Berau yang telah membuka kesempatan bagi mereka untuk ikut berkompetisi meski berasal dari luar provinsi.
“Karena belum ada teater pelajar di Kabupaten Bulungan, kami kesulitan mengikuti event serupa.
Sayangnya, berbeda dengan Ekraf Berau yang aktif, Ekraf Provinsi Kalimantan Utara justru kurang memberi perhatian.
Proposal bantuan dana yang kami ajukan pun hingga kini belum ditanggapi. Saya kasihan dengan anak-anak, mereka hanya ingin berkarya, tetapi tanpa dukungan pemangku kepentingan, bakat mereka tidak akan berkembang,” ungkapnya.
Sebelum berangkat ke Berau, rombongan Teater Aswara sebenarnya berencana menemui Gubernur Kalimantan Utara untuk berpamitan dan memohon doa restu.
Namun, karena tidak ada respons dari ajudan pribadi beliau, niat itu pun dibatalkan. Meski begitu, mereka kembali berhasil menorehkan prestasi di luar daerah, meski harus tetap merasakan sepi dukungan di tanah kelahiran mereka sendiri.(*)














