Mata Kaltara News – Tanjung Selor, 9 Maret 2025 – Dalam rangka membangun komunikasi dan silaturahmi yang lebih erat, Dr. Drs Marthin Billa, MM Selaku Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Dayak dan Anggota DPD RI Perwakilan Kalimantan Utara mengadakan acara Duduk Santai ( Sarasehan ) & ngopi bareng di cafe Road House dengan berbagai pihak. Acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta membangun kesadaran akan pentingnya kemitraan dalam membangun Kalimantan Utara
Dr. Drs. Martin Billa, MM berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, Seperti Dr. Drs. Jalung Merang, M.Si ( Mantan Anggota DPRD dan Mantan Sekda Malinau), Dr. Drs. Njau Anau, M.Si ( Kepala Dinas Pariwisata Kaltara ), Bertius, S.Hut ( Plt Bapeda Kaltara), Mikel Pai, S.Sos, M.Ap ( Ketua Partai PSI), Yuliyus, SP (Ketua Partai Buruh), Rudi Ignasius (Ketua Adat Suku Belusu Provinsi Kaltara), Dr (Cand) Jerry Semion, MACE (Sekretaris LPADKT- KU Kabupaten Bulungan), Simon Petrus (Komandan BARKOMAD Kaltara). Dr. Drs. Martin Billa, MM sebagai anggota DPD RI sekaligus Presiden MADN memberikan kesempatan kepada yang hadir untuk sesi tanya jawab peran serta para pemuda dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kaltara.
Acara Saresehan di buka oleh Yuliyus dan Mikael Pai Sebagai inisiator acara ngopi santai bareng Tokoh Kalimantan Utara Khususnya Dayak Kalimantan Utara yang sekarang menjadi Presaiden MADN dan Anggota DPD RI ini mengungkapkan bahwa acara ini adalah memanfaatkan waktu Beliau (Dr.Drs. Marthin Billa, MM) yang ada di Kaltara untuk Menyampaikan Aspirasi dan mendengar perkembangan yang ada di pusat.
Di kesempatan itu Rudi Ketua Adat Belusu Kaltara menyampaikan bahwa anak Daerah harus bersatu padu untuk memperjuangkan Kaltara jangan sampai jadi penonton saja.
“Kita harus memperkuat anak Daerah dan harus punya target Di eksekutif dan legislatif kata Rudi.
Dr (Cand) Jerry Semion, MACE ( Sekertaris LPADKT-KU Kabupaten Bulungan ) meminta kepada Martin Billa Presiden Dayak/DPD RI agar dapat memfasilitasi dengan para perusahaan yang berinvestasi di daerah Kaltara dapat mengutamakan para pekerja lokal (anak daerah) dan memohon agar pemerintah dapat membangun gedung Balai Latihan Kerja untuk melatih dan mempersiapkan putra-putri kita agar siap ditempatkan di perusahaan yang ada di Kaltara serta memperjuangkan nasib putra-putri yang sudah menjadi PNS di Propinsi maupun yang di kabupaten/kota,
“kami memohon kepada Pak Martin Billa sebagai Presiden Dayak (MADN) dan Anggota DPD RI agar dapat membantu kami dari Pemuda pemudi Dayak
1. Perjuangkan / promosi pemuda Dayak dalam birokrasi pemerintahan dan menduduki jabatan dalam pemerintahan yg sudah memenuhi syarat golongan ,
2. Pemuda Dayak membutuhkan investor dalam mendukung UMKM kelompok tani, peternakan dan Perkebunan,
3. Perlunya dukungan dari pemerintah daerah provinsi maupun pusat dan perusahan swasta dalam mendukung UMKM pemuda Dayak dalam dana CSR dan dana hibah,
4. Pemuda Dayak KU membutuhkan dukungan dan rekomendasi dari Presiden Dayak terkait suplai hasil peternakan dan pertanian ke perusahan KIPI dan PLTA Mentarang dan PLTA peso,
5. Kami meminta ruang diskusi setiap bulan kepada gubernur sebagai kepala pemerintah Provinsi terkait diskusi dalam menyampaikan aspirasi dari masyarakat lokal agar dapat dimasukan dalam program kerja pemerintah provinsi,” Kata Jerry Semion
Sedangkan Simon Petrus dari BARKOMAD meminta agar pemerintah dapat memperhatikan 3 sub bidang yaitu pertanian, perternakan dan perikanan serta memohon terkait putra-putri daerah yang ada di Propinsi Kaltara menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang sudah waktunya naik pangkat dan menduduki jabatan tapi tidak pernah diperhatikan
“Harapannya Pertanian, perternakan dan Perkebunan mendapat Perhatian khusus dari pemerintah karena ke 3 bidang ini yang erat kaitannya dengan usaha maupun sebagai mata pencarian masyarakat pribumi, dan PNS asal daerah harus mendapat Posisi sesuai aturan yang ada kata Simon Petrus.
Menanggapi Usulan maupun permohonan yang sudah disampaikan Bertius selaku Plt Bapeda Kaltara mengatakan bahwa sudah saatnya para pemuda harus bicara untuk kemajuan Kaltara, terkait pembangunan BLK memang sudah disetujui Pemprov Kaltara, namun dikhawatirkan seiring dengan efisiensi anggaran kemungkinan akan tertunda.
Njau Anau selaku Kepala Dinas Pariwisata menyarankan agar semua usulan dan pendapat yang dibicarakan harus dituangkan dalam bentuk konsep.
“Kta memiliki banyak etnis masing-masing dan menjadi kekayaan budaya kita, cari yang peluang dari 17 sub sektor jenis ekonomi kreatif, bagaimana peluang ekonomi di 2 Proyek Strategis Nasional (PSN), Fokus pada apa yang bisa kita buat selain itu peluang beasiswa S1, S2, dan S3 dari pemerintah juga Kata Njau Anau Kepala Dinas Pariwisata.
Presiden Dayak ( MADN) sekaligus Anggota DPD RI Martin Billa mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara sarasehan acara ngopi bareng, ini merupakan moment untuk berbincang-bincang dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda agar kami memahami kebutuhan mereka.
“Menurutnya apa yang telah disampaikan oleh Rudi Ketua adat Suku Berusu Propinsi Kaltara, Jerri Semion Sekertaris LPDKT-KU dan Simon Petrus Bakormad harus memakai data dan konsep baru bisa kita bicarakan dan perjuangkan kepada pemangku kebijakan seperti Kepada Bupati, Gubernur atau kementrian terkait kata Martin Billa.
Dengan demikian, acara ngopi bareng tersebut dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta membangun kesadaran akan pentingnya keterlibatan putra-putri daerah dalam membangun Kaltara yang lebih baik.
“Saya mengapresiasi acara ini dan kalau bisa setiap saya reses pertemuan seperti ini kita laksanakan” ujar Martin Billa Presiden MADN. # Riyan/ Sahran














