MKN | BULUNGAN – Dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita kurang gizi, Puskesmas Long Bia menggelar kegiatan pembekalan bagi tim pelaksana penyiapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, Senin (20/4) di Gedung PKK Kecamatan Peso.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dari tiap Pustu dan kader posyandu dalam wilayah kerja Puskesmas Long Bia, yang mana akan terlibat langsung dalam proses penyiapan dan distribusi PMT. Pembekalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapat dan bernilai gizi tinggi.
Plh. Kepala Puskesmas Long Bia, Erni Sera, A.Md.Keb dalam sambutannya menyampaikan bahwa program PMT berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi efektif dalam menanggulangi masalah gizi di wilayah setempat. Selain lebih terjangkau, bahan pangan lokal dinilai lebih segar dan sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tim pelaksana dapat memahami standar penyiapan makanan tambahan yang higienis, bergizi, dan sesuai kebutuhan sasaran, sehingga intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi dari narasumber Fadhillah Rezki Amelia, A.Md.Kep mengenai identifikasi sasaran, perencanaan menu bergizi, teknik pengolahan makanan yang benar, hingga cara penyajian yang menarik agar dapat meningkatkan nafsu makan ibu hamil dan balita.
Salah satu peserta, Rani Oktavia yang merupakan kader posyandu desa Long Pelban mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menilai pembekalan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan secara mendalam.
“Kami jadi lebih paham bagaimana menyusun menu yang bergizi dengan bahan yang ada di sekitar. Selama ini mungkin sudah membuat makanan tambahan, tapi belum sesuai standar gizi yang dianjurkan,” ungkapnya kepada awak media MataKaltara News.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar para kader dapat terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam mendukung program perbaikan gizi di masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Long Bia dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting dan masalah gizi lainnya di wilayah tersebut. Dengan adanya kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, diharapkan upaya peningkatan gizi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan pembekalan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Ke depan, Puskesmas Long Bia berencana untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi guna memastikan program PMT berbasis pangan lokal dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.(rdm)














