MKN | BULUNGAN — Upaya peningkatan layanan kesehatan berbasis masyarakat terus diperkuat oleh Puskesmas Antutan melalui program Promosi Kesehatan (Promkes). Salah satu fokus utama yang saat ini digencarkan adalah optimalisasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) agar semakin berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
Kepala Puskesmas Antutan dr. Retno Imam Widyawanto kepada media ini, Kamis (23/4/2026) menyampaikan bahwa Posyandu ILP memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Melalui penguatan Promkes, diharapkan kader posyandu dapat semakin terampil dalam melakukan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan ibu hamil, hingga deteksi dini masalah kesehatan di masyarakat.
“Promkes bukan hanya sebatas penyuluhan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar kader posyandu mampu menjalankan perannya secara optimal. Posyandu ILP harus menjadi pusat layanan kesehatan yang dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan kapasitas kader, Puskesmas Antutan telah melaksanakan pelatihan 25 keterampilan dasar kader posyandu, serta melakukan kunjungan rumah untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan posyandu di Desa Antutan, yaitu Posyandu Masba, Pangin, Sesula, dan Tunas Baru, serta posyandu di Desa Pejalin, yaitu Posyandu Pelopor dan Pondok Sayang Ibu. Kegiatan kunjungan rumah sekaligus menjadi sarana pemantauan kesehatan secara langsung dan edukasi keluarga mengenai pola hidup sehat.
Petugas Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) Puskesmas Antutan, Desi Srihartini, SKM menambahkan, “Kami berkomitmen mendampingi kader posyandu agar mampu memberikan pelayanan yang lengkap dan berkualitas. Kunjungan rumah membantu kami memahami kondisi kesehatan keluarga secara lebih detail, sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi kesehatan yang tepat sasaran.”
Selain itu, Puskesmas Antutan juga berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat, untuk mendukung keberlangsungan kegiatan posyandu. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar kunjungan ke posyandu semakin meningkat.
Dengan pendekatan ini, diharapkan Posyandu ILP dapat bertransformasi menjadi layanan kesehatan primer yang lebih komprehensif dan mandiri. Masyarakat setempat menyambut baik langkah ini karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.(rdm)
















