Breaking News

Mengenal Lebih Dekat Zainal Arifin Paliwang, Gubernur Kaltara

Editor : jay/ryan

Tanjung Selor – Rekam Jejak dan Kekayaan Zainal A Paliwang Gubernur Kalimantan Utara yang akan dilantik Prabowo 20 Februari 2025.

banner 325x300

Zainal Paliwang kembali menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Utara usai terpilih di Pilkada 2024 lalu.

Zainal Paliwang berpasangan dengan Ingkong Ala mengungguli dua pesaing lainnya termasuk mantan pendampingnya Yansen Tipa Padan.

Zainal Arifin Paliwang rupanya mengawali karir sebagai seorang polisi.
Paliwang, lulusan Akpol 1986 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Selain itu juga beliau merupakan putra daerah Sulawesi Selatan yang berasal dari Sinjai.

Zainal Paliwang kembali menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Utara usai terpilih di Pilkada 2024 lalu.

Zainal A. Paliwang berpasangan dengan Ingkong Ala mengungguli dua pesaing lainnya termasuk manyan pendampingnya Yansen Tipa Padan.

Zainal Arifin Paliwang rupanya mengawali karir sebagai seorang polisi.

Profil Zainal Arifin Paliwang

Brigjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum. (lahir 6 Desember 1962) adalah seorang Gubernur Kalimantan Utara.

Ia merupakan purnawirawan Polri yang memiliki jabatan terakhir sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Pidum Bareskrim Polri.

Zainal A Paliwang, lulusan Akpol 1986 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Selain itu juga beliau merupakan putra daerah Sulawesi Selatan yang berasal dari Sinjai.

Riwayat pendidikan umum

SDS Angkasa 2 Kec. Mandal (1979)
SMP Negeri 1 Kasiguncu (1982)
SMA Negeri 1 Ujung pandang.

Menjadi Wakapolda Kaltara Pertama Karir Zainal Paliwang di Kalimantan Utara dimulai sejak diangkat menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah atau Wakapolda Kaltara pada Maret 2018.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 saat mendapatkan perintah menjadi Wakapolda Kaltara masih berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) dengan tiga bunga sudut lima di pundaknya.

Zainal Paliwang menceritakan bagaimana pengalaman pertama nya saat ditugaskan dan berkantor sebagai Wakapolda Kaltara kala itu.

Berawal dengan keberadaan kantor Polda Kaltara yang saat itu masih menumpang di Polres Bulungan, ia mengaku kondisi kantornya sangat memprihatinkan bahkan kursi khusus untuknya saja tidak ada.

“Saat itu, saya kursi saja tidak punya,” kata Zainal Paliwang saat bercerita beberapa waktu lalu.
Meskipun kondisi saat itu sangat memprihatinkan, ia tetap melaksanakan perintah yang telah diamanatkan kepadanya dengan penuh tanggung jawab.

Bagi Zainal Paliwang, bagaimana berjuang bersama dalam membangun Polda Kaltara bersama Kapolda saat itu Irjen Pol Indrajit.

Pada akhirnya, dua bulan kemudian Zainal Paliwang bersama para pejabat utama Polda Kaltara mulai membangun Polda Kaltara.
“Dan Alhamdulillah, selama satu tahun kami di Kalimantan Utara menyelesaikan pembangunan kantor yang dihibahkan oleh Kabupaten Bulungan, dulunya gedung DPRD Bulungan di Km 9, Desa Bumi Rahayu.

Dan saat itu, kami juga mengundang Bapak Kapolri di tahun 2019 untuk meresmikan gedung Mapolda Kaltara,” jelasnya.

Setelah memiliki gedung resmi, pada 2020, bersama pejabat Polda Kaltara kembali berjuang untuk meningkatkan status Polda Kaltara menjadi Polda Tipe A.

Saat proses berlangsung Zainal Paliwang kembali menerima surat keputusan (SK) dari Kapolri untuk menduduki jabatan baru di Bareskrim Polri sebagai Badan Penyidik Tindak Pidana Utama II.
Dengan jabatan barunya Zainal Paliwang naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi.

“Tidak berselang beberapa lama, turunlah keputusan Polri untuk meningkatkan status Polda Kaltara menjadi Polda Tipe A,” terangnya.

Selanjutnya, Zainal Paliwang mendapat kepercayaan sebagai Analisis Kebijakan Utama bidang Pidana Umum Bareskrim Polri hingga jabatan terakhir sebelum memutuskan maju di Pilgub Kaltara Gubernur 2020.

Harta Kekayaan
DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 36.359.930.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 339 m2/225 m2 di KAB / KOTA SEMARANG, HASIL SENDIRI Rp. 2.100.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 230 m2/180 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 1.509.930.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 600 m2/1200 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 25.000.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 2000 m2/1000 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 7.000.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 34.5 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 750.000.000

2. MOBIL, TOYOTA CAMRY Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 450.000.000

3. MOTOR, YAMAHA MIO Tahun 2013, Rp. 12.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 143.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 158.400.000

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 37.323.330.000

III. HUTANG Rp. —
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 662.000.000

1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER Tahun 2005, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
Sumber : Tribun Bengkulu.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *