Mata Kaltara News – Kabupaten Tana Tidung, 17 Maret 2025, Munculnya hewan langka di jalan poros Tana Tidung telah menarik perhatian pemerhati lingkungan. Wahjudi Wardojo dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menyatakan bahwa hewan yang muncul adalah macan dahan (Neofelis nebulosa), bukan macan tutul (Panthera pardus).
“Macan dahan adalah hewan langka yang hidup di Kalimantan dan Sumatera. Kita harus berusaha untuk melindungi hewan ini dan habitatnya,” kata Wahjudi.
Joko Supriyadi, Admin Group Fordas Merah Kaltara dan Ketua Forum Intelektual Kaltara, juga menyatakan bahwa perlindungan hewan langka seperti macan dahan sangat penting.
“Alangkah bagusnya bila hewan-hewan langka ini dilindungi. Pemprov mungkin dapat menginisiasi semacam suaka margasatwa atau setidaknya Kebun Binatang, dimana hewan-hewan langka dirawat dan menjadi edukasi bagi generasi muda Kaltara,” kata Joko.
Wahjudi juga menyatakan bahwa keanekaragaman hayati di Indonesia sangat tinggi, namun banyak hewan langka yang hidup di luar kawasan konservasi.
“Di Kaltara ada Taman Nasional Kayan Mentarang, salah satu Taman Nasional terluas di Indonesia. Namun demikian, keanekaragaman hayati di Indonesia sesungguhnya lebih banyak di hutan alam di luar kawasan konservasi,” kata Wahjudi.
Sementara itu, Hendy Hendro dari Forum DAS Kawasan Muria menyatakan bahwa munculnya hewan langka di jalan poros Tana Tidung mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan habitat akibat perubahan iklim atau aktivitas manusia di habitatnya.
“Ada dugaan sementara, ‘(1) satwa tsb mencari makan, disebabkan di habitatnya sumber makanannya tidak mencukupi, contoh ditempat kami di Muria sering dijumpai kawanan monyet turun memasuki ladang warga (2) Terjadi perubahan habitat akibat perubahan iklim, terusik karena ada aktivitas manusia di habitatnya’,” kata Hendy Hendro














