Breaking News

Diskusi Publik Dengan Tema “Pengaruh Pemekaran Kabudaya Terhadap Ekonomi, Sosial Budaya dan Polotik di Kaltara”

Mata Kaltara News – Tarakan – Rabu, 15 Maret 2025 bertempat di Aula BLK Tarakan, Forum Komunikasi Mahasiswa Agabag menyelenggarakan diskusi tentang pengaruh pemekaran Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan ( Kabudaya ) terhadap ekonomi, sosial budaya, dan politik Provinsi Kalimantan Utara.

Nara Sumber yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain : wakil Bupati Nunukan ,Hermanus S, Sos, Anto Balokot Anggota DPRD Kaltara, Dr. Ismet Mado. ST,MT (Toko Pemekaran Provinsi Kalimantan Utara), dan Joko Supriyadi. ST,MT Ketua Yayasan Sejarah dan Budaya Kalimantan Utara.

banner 325x300

Hermanus S, Sos sebagai Wakil Bupati Nunukan dan Sebagai Sekretaris Umum Masyarakat Kabudaya, Menyatakan perlunya terus mengupayakan pemekaran DOB Kabudaya, mengingat isu perbatasan, pembangunan, pendidikan dan kesejahteraan Masyarakat di wilayah pedalaman nunukan ini.

“Agenda utama yang harus kita lakukan adalah melakukan kajian- kajian mengenai rencana ibukota Kabudaya sesuai perkembangan- Perkembangan terbaru.”Katanya

Dr. Ismit Mado, ST, MT, Tokoh Pemekaran Provinsi Kaltara, mengatakan bahwa Upaya pemekaran DOB Kabudaya perlu terus digenjot. Syarat – syarat yang belum terpenuhi harus segera disiapkan untuk dipenuhi. Semangat tetap dijaga melalui diskusi-diskusi.

“Pengalaman kami dalam perjuangan pemekaran Kaltara belasan tahun silam dapat dijadikan bahan pelajaran dalam perjuangan masyarakat dan generasi muda mewujudkan DOB Kabudaya. Perlu adanya persatuan yang kokoh dan data-data yang memadai dan update. SDM harus terus disiapkan,” katanya.

Sementara itu, Joko Supriyandi, ST, MT Ketua Yayasan Sejarah dan Budaya, mengatakan bahwa Sejarah masyarakat Kabudaya sudah cukup jelas merupakan bagian dari Indonesia karena dahulunya berada dalam lingkup administrasi Kesultanan Bulungan.

“Ada banyak dokumen kuno yang bercerita tentang masyarakat Kabudaya tempo dulu dan hubungannya dengan Kesultanan Bulungan. Selain itu upaya mewujudkan Kabudaya juga perlu dibarengi dengan upaya pengusulan pahlawan nasional dari wilayah ini. Salah satu yang berpotensi untuk diusulkan adalah Pangeran Taali yang pernah tercatat berjuang melawan Belanda pada tahun 1940an sebelum Indonesia Merdeka” paparnya

Anto Balokot Anggota DPRD Kaltara juga mengatakan Mubes Mahasiswa Dayak Agabag yang ke tiga belas ini sangat istimewa karena mengangkat topil pemekaran Kabudaya.

“Kita yakin dan percaya bahwa SDM Kabudaya tentunya semakin siap untuk mewujudkannya cita – cita Pemekaran Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan,Ujarnya

Dengan demikian, pemekaran Kabudaya diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan politik di Kaltara.

#Badrun/Sahran

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *