Breaking News

Desa Long Buang Bahas Aksi Nyata Pencegahan dan Penanganan Stunting dalam Rembug Desa

MKN, BULUNGAN, + Pemerintah Desa Long Buang kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Balai Desa Long Buang, Selasa (3/3/2026)).

Forum ini menjadi wadah diskusi bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan pustu, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari DPMD Kabupaten Bulungan guna menyusun langkah strategis pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

banner 325x300

Kegiatan rembuk stunting tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional percepatan penurunan stunting yang terintegrasi lintas sektor. Melalui forum ini, pemerintah desa melakukan evaluasi terhadap kondisi terkini balita berisiko stunting, memetakan permasalahan di lapangan, sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Kepala Desa Long Buang, Prando Pit, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang berada di bawah standar, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Stunting berdampak pada perkembangan kognitif anak, produktivitas saat dewasa, hingga daya saing generasi mendatang. Karena itu, penanganannya harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya intervensi sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, perhatian terhadap asupan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta makanan pendamping ASI yang bergizi dan seimbang merupakan langkah krusial yang tidak boleh diabaikan.

Ketua PKK Desa Long Buang, Erna Dehenson,  dalam kesempatan yang sama turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pencegahan stunting melalui peran aktif kader dan ibu-ibu di tingkat keluarga. “Kader PKK dan Posyandu memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan para ibu dan anak di rumah tangga, senantiasa melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan ibu balita serta rutin melakukan pencatatan dan pelaporan.

Ia juga berpesan kepada kader Posyandu agar tetap semangat dan bekerja dengan hati, memastikam tidak ada balita yang terlewatkan dalam kegiatan Posyandu, dan menjadikan moment rembug stunting ini sebagai ajang untuk menyusun langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan stunting di desa Long Buang” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, para kader Posyandu menyampaikan sejumlah tantangan di lapangan, kader menyampaikan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum rutin datang ke Posyandu, hingga perlunya peningkatan kapasitas kader dalam memberikan penyuluhan gizi.Menanggapi hal tersebut, pemerintah desa berkomitmen untuk mengalokasikan dukungan anggaran guna pelatihan dan penyegaran kader, biaya operasional posyandu, serta kegiatan penyuluhan secara berkala.

Selain itu, rembuk stunting juga menghasilkan beberapa kesepakatan penting, di antaranya penyusunan daftar keluarga berisiko stunting sebagai dasar intervensi prioritas, penguatan koordinasi antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan, optimalisasi pemanfaatan dana desa untuk program gizi dan sanitasi, serta pelaksanaan kampanye pola hidup bersih dan sehat di tingkat RT dan dusun.

Kegiatan rembuk stunting ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan seluruh pihak dalam menekan angka stunting. Pemerintah Desa Long Buang optimistis, dengan sinergi dan konsistensi pelaksanaan program, upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan efektif sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa mendatang. (rdm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *