MKN | MAKASSAR – Universitas Patria Artha melalui Yayasan Patria Artha terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan bagi generasi muda dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), khususnya di Kalimantan Utara.
Program beasiswa yang mulai difokuskan ke Kaltara sejak Tahun Ajaran 2022/2023 ini berjalan stabil dan mengalami perkembangan signifikan. Hingga saat ini, total penerima beasiswa telah mencapai 721 mahasiswa yang berasal dari empat kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut.
Wakil Pembantu Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UPA, Asnefi Kamza, menyebut program ini merupakan langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi daerah dengan keterbatasan fasilitas.
“Program beasiswa ini berjalan lancar tanpa kendala, baik dari sisi yayasan maupun pihak universitas,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (29/3).
Dari sisi pembiayaan, total dana yang telah digelontorkan mencapai Rp34,24 miliar, dengan rata-rata sekitar Rp8,56 miliar per tahun. Seluruh dana tersebut sepenuhnya berasal dari Yayasan Patria Artha yang didirikan oleh Bastian Lubis, tanpa melibatkan anggaran pemerintah daerah.
Asnefi menegaskan bahwa program ini tidak membebani APBD Kaltara sama sekali, sehingga menjadi salah satu bentuk kontribusi swasta dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah perbatasan dan tertinggal.
Awalnya, program beasiswa ini telah berjalan sejak 2011 dengan fokus di wilayah Sulawesi. Namun, sejak 2022/2023, cakupan program diperluas ke Kalimantan Utara melalui kerja sama resmi dengan pemerintah provinsi.
Program ini juga sempat menjadi perhatian publik dan dibahas dalam debat Pemilihan Gubernur Kaltara yang disiarkan oleh Metro TV.
Ke depan, UPA menargetkan lulusan pertama dari program ini akan mulai diwisuda pada pertengahan 2027. Diperkirakan sekitar 215 mahasiswa angkatan awal akan menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana.
Para penerima beasiswa menempuh pendidikan di tiga fakultas, yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Kesehatan, serta Fakultas Teknik dan Informatika, dengan total delapan program studi. Selain ijazah, mahasiswa juga akan dibekali sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai pendamping.
“Tujuan utama program ini bukan hanya memberikan kesempatan kuliah, tetapi juga menyiapkan lulusan yang siap kerja bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di daerah asal,” tutup Asnefi.














