MKN|BULUNGAN – Semangat emansipasi perempuan kembali digaungkan dalam peringatan Hari Kartini yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Tanjung Palas Barat, Rabu (22/4/2026) di gedung BPU Kecamatan Tanjung Palas Barat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran perempuan tangguh yang selama ini berkontribusi aktif dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul di masa depan.
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur pemerintah Kecamatan Tanjung Palas Barat, Polsek Tanjung Palas Barat, Kepala Desa, TP. PKK Tingkat Kecamatan dan Desa. Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan acara sekaligus meningkatkan kapasitas dan kebersamaan anggota.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah praktik tata busana yang diaplikasikan dalam bentuk fashion show kebaya. Para peserta tampil anggun dan percaya diri dengan balutan kebaya yang mencerminkan identitas budaya serta keindahan perempuan Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga menjadi ajang untuk menggali kreativitas dan keterampilan anggota PKK dalam bidang tata busana.
Selain itu, panitia juga melaksanakan kegiatan outbond yang bertujuan meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan antar anggota. Melalui berbagai permainan kelompok yang seru dan menantang, para peserta diajak untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, serta kekompakan dalam suasana yang penuh keceriaan.
Ketua TP PKK Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kristiani Zakaria, S.Th, dalam sambutannya menekankan bahwa tema yang diangkat harus menjadi pedoman nyata dalam setiap langkah gerakan PKK. Ia menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak.
“Tema Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045 mengingatkan kita bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Saat ini kita bukan hanya sekadar memperingati Hari Kartini, tetapi menjadikannya sebagai momentum bagi kaum wanita untuk lebih mandiri, cerdas, dan berdaya guna,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui pelaksanaan 10 program pokok PKK, perempuan didorong untuk aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan ekonomi keluarga. Dengan perempuan yang berdaya, maka keluarga akan menjadi lebih kuat dan mampu memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak.
“Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan kemandirian, maka ia akan mampu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan aman bagi anak. Dari sinilah akan lahir generasi yang berkualitas sebagai pondasi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Tanjung Palas Barat, Zakaria Serah, S.Sos., M.AP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan arah pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dari tingkat keluarga. Ia menilai bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari peran perempuan dalam mendidik dan melindungi generasi penerus.
“Kami sangat mendukung tema yang diusung, karena sejalan dengan visi pembangunan daerah. Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang tangguh, dan dari keluarga yang tangguh akan tumbuh anak-anak yang terlindungi serta siap menjadi generasi emas di masa depan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus memperkuat sinergi dengan PKK dalam menjalankan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga melalui program nyata yang berdampak pada kesejahteraan keluarga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa persiapan kegiatan Festival Bunga Sutra yang tengah digarap juga sejalan dengan semangat pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi perempuan untuk berkreasi, berinovasi, serta meningkatkan perekonomian keluarga melalui sektor ekonomi kreatif.
Selain rangkaian kegiatan tersebut, acara juga diisi dengan sesi edukasi mengenai pemberdayaan perempuan, kesehatan keluarga, serta peningkatan ekonomi rumah tangga melalui usaha kecil dan menengah. Hal ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan wawasan baru bagi para peserta untuk terus berkembang.
Peringatan Hari Kartini tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan perempuan di Tanjung Palas Barat semakin berdaya, anak-anak semakin terlindungi, dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.(rdm)














