MKN, NUNUKAN – Diklat Pemadam Kebakaran I se-Kalimantan Utara Tahun 2025 resmi dibuka oleh Kepala BPSDM Kalimantan Utara, H. Rohadi, SE., M.AP, yang mewakili Gubernur Kalimantan Utara. Acara pembukaan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Nunukan H. Muhammad Amin mewakili Bupati Nunukan, Staf Ahli Gubernur Bidang Aparatur, Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan Dr. Ir. H. Syahrullah Mursalin, MP, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran se-Kalimantan Utara. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai V Kantor Bupati Nunukan ini diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari: 30 peserta dari Kabupaten Nunukan; 1 peserta dari Pemprov Kalimantan Utara; 3 peserta dari Kota Tarakan; 3 peserta dari Kabupaten Bulungan; 2 peserta dari Kabupaten Malinau; dan 1 peserta dari Kabupaten Tana Tidung.

Apresiasi Gubernur atas Penyelenggaraan Diklat
Dalam sambutan yang dibacakan oleh H. Rohadi, Gubernur Kalimantan Utara memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Diklat Pemadam Kebakaran I se-Kalimantan Utara.
Pemkab Nunukan Soroti Keterbatasan Armada dan Pos Damkar
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Nunukan, H. Muhammad Amin, yang mewakili Bupati Nunukan, menyampaikan bahwa petugas pemadam kebakaran memiliki peran strategis sebagai mata dan telinga serta ujung tombak penanggulangan kebakaran.
“Bekerjalah sesuai SOP. Melalui diklat ini, saudara akan dibekali ilmu terkait pencegahan dan penanganan bahaya kebakaran,” ujar H. Muhammad Amin.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Nunukan sering menghadapi kendala keterbatasan anggaran daerah serta minimnya pos dan armada pemadam kebakaran, terutama di kecamatan-kecamatan terpencil. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi melalui penyelenggaraan diklat dinilai sebagai solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan memperkuat kapasitas penanggulangan kebakaran di daerah.
Pelatihan ini sejalan dengan misi Pemkab Nunukan untuk mewujudkan wilayah yang aman dan tangguh terhadap ancaman kebakaran. Melalui pelatihan ini, diharapkan meningkatnya kecepatan respons dan tindakan yang tepat saat terjadi musibah.














