Breaking News

Asa Warga Long Alango: Desak Pemerintah Segera Bangun Bandara Perintis demi Konektivitas

MataKaltara News, ​MALINAU – Masyarakat Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kini menggantungkan harapan besar kepada pemerintah pusat maupun daerah. Pembangunan Bandara Perintis di wilayah tersebut dinilai bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan vital yang mendesak untuk segera direalisasikan.

​Urat Nadi Perekonomian dan Aksesibilitas

banner 325x300

​Pembangunan fasilitas penerbangan ini dianggap sebagai kunci utama dalam memutus keterisolasian dan meningkatkan taraf ekonomi warga perbatasan.

Perwakilan Adat Desa Long Alango menegaskan bahwa ketiadaan akses udara yang memadai membuat mobilisasi orang dan barang menuju pusat Kabupaten Malinau maupun wilayah Kalimantan Utara lainnya menjadi sangat terhambat.

​”Keberadaan bandara ini sangat urgen. Kami butuh kepastian akses transportasi udara yang stabil untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Bahau Hulu,” ujar perwakilan adat melalui sebuah pernyataan video.

​Kepala Desa Long Alango, Tomy Njuk, memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi warganya. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, kehidupan masyarakat masih sangat bergantung pada jalur sungai yang berisiko dan transportasi udara yang frekuensinya terbatas. Persoalan menjadi kritis saat terjadi keadaan darurat, terutama menyangkut nyawa warga. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan antara lain:

  • ​Evakuasi Medis: Sulitnya merujuk pasien dalam kondisi kritis ke RSUD Malinau karena kendala transportasi.
  • ​Biaya Logistik: Tingginya biaya angkut barang melalui jalur sungai yang berdampak pada harga kebutuhan pokok.
  • Waktu Tempuh: Efisiensi waktu yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan jalur darat atau sungai yang memakan waktu lama.

​Tomy Njuk berharap pemerintah tidak menunda-nunda lagi proses perencanaan dan pembangunan fisik bandara tersebut. Menurutnya, semakin cepat bandara ini operasional, semakin cepat pula kesejahteraan masyarakat perbatasan dapat meningkat.

​”Kami sangat berharap pemerintah bergerak cepat. Urusan nyawa manusia tidak bisa menunggu. Semakin cepat bandara perintis ini terbangun, maka akan semakin baik bagi masa depan desa kami,” pungkas Tomy.

#Redaksi MataKaltara News

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *