MKN | TANJUNG SELOR – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyikapi meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT), Senin (13/4/2026).
RDP tersebut membahas tiga isu utama yang tengah meresahkan masyarakat, yakni maraknya aksi begal, praktik sabung ayam, serta peredaran narkoba.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Provinsi Kaltara ini dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin, ST, dan dihadiri perwakilan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Utara, Polresta Bulungan, Kapolsek Sekatak, Kodim 0903/Bulungan, Danramil Sekatak 0903-14, serta Satpol PP Provinsi Kalimantan Utara.
Kegiatan ini menjadi upaya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.
Ketua Komisi I DPRD Kaltara, Alimuddin, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor utama dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyoroti maraknya aksi begal di jalur Sekatak–Bengara dan Sekatak–Betayau yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kami mendorong adanya langkah konkret dan sinergi lintas sektor untuk memastikan masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Melalui RDP ini, Komisi I DPRD Kaltara menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas. DPRD juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam penanganan kasus begal, sabung ayam, serta peredaran narkoba.
Langkah bersama ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Kalimantan Utara.
(jy/syam)
Sumber: Humas DPRD Kaltara












