MKN | PALU – Peringatan Haul ke-58 ulama kharismatik Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua berlangsung khidmat di Kompleks Pengurus Besar Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4). Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan religius tersebut.
Di tengah lautan jamaah, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, turut hadir dan berbaur bersama masyarakat. Kehadirannya disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid serta Ketua Utama Alkhairaat, Alwi Bin Saggaf Al-Jufri.
Zainal mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali mengikuti haul Guru Tua yang setiap tahunnya menjadi magnet bagi umat Islam, khususnya di kawasan timur Indonesia.
“Momentum ini sangat berarti. Kita tidak hanya mengenang sosok Guru Tua, tetapi juga meneladani perjuangan beliau dalam membangun pendidikan dan persatuan umat,” ujarnya.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan tahlil dan surah Yasin yang dipimpin oleh ulama setempat, dilanjutkan dengan pembacaan manaqib yang mengisahkan perjalanan hidup Guru Tua. Suasana penuh kekhusyukan terasa saat jamaah larut dalam doa bersama.
Pada puncak kegiatan, para tokoh nasional turut menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya melanjutkan nilai-nilai perjuangan Guru Tua, terutama dalam membangun harmoni melalui pendidikan dan dakwah yang damai.
Menurut Zainal, ajaran Guru Tua relevan dengan kondisi saat ini, khususnya dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia menegaskan bahwa nilai moderasi beragama harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Warisan pemikiran beliau harus kita lanjutkan. Semangat moderasi dan persatuan menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.
Di sela kegiatan, Zainal juga menyempatkan diri bertemu dengan warga Kaltara yang hadir di Palu. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempererat kebersamaan di tengah suasana religius.
Diketahui, Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri merupakan tokoh penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia timur. Melalui lembaga Alkhairaat yang didirikannya, ia meletakkan fondasi pendidikan yang inklusif dan membawa nilai kesejukan bagi masyarakat luas.












