Breaking News

Dinkes Bulungan Bidik Eliminasi Malaria 2027

Malaria 2027
Dinkes Bulungan melakukan uji sampel di Kecamatan Peso, Bulungan. (DOK PEMKAB BULUNGAN)

MKN, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan menargetkan eliminasi malaria pada tahun 2027. Target ini dicanangkan meski dalam beberapa tahun terakhir masih ditemukan kasus malaria lokal di sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Bulungan, H. Imam Sujono, mengatakan upaya menuju eliminasi malaria sebenarnya sudah disiapkan sejak 2016 melalui berbagai langkah pencegahan dan pengendalian.

banner 325x300

“Penanganan malaria di Bulungan sudah kami persiapkan sejak 2016 untuk menuju eliminasi,” ujar Imam, Minggu (4/1).

Namun, perjalanan menuju target tersebut sempat tersendat akibat pandemi Covid-19. Saat itu, fokus penanganan kesehatan harus dibagi dengan penyakit lain yang juga menjadi prioritas.

“Waktu Covid-19, fokus kesehatan terpecah. Setelah mulai fokus lagi ke malaria, justru muncul lonjakan kasus di wilayah Sekatak,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada 2024 Dinkes Bulungan kembali menemukan kasus malaria di Kecamatan Peso. Hasil pemeriksaan menunjukkan kasus tersebut merupakan kasus lokal atau indigenous.

“Hasil pemeriksaan di Peso menunjukkan adanya kasus lokal. Padahal, salah satu syarat eliminasi malaria adalah tidak ditemukannya kasus lokal selama dua tahun berturut-turut,” ungkap Imam.

Menanggapi hal tersebut, Dinkes Bulungan langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, termasuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan langsung kepada masyarakat.

“Saya datang langsung ke lokasi untuk melakukan pengujian. Alhamdulillah, dari hasil pemantauan, jumlah kasus sudah mulai berkurang,” katanya.

Meski sempat menghadapi berbagai tantangan, Dinkes Bulungan tetap optimistis target eliminasi malaria bisa tercapai pada 2027.

“Kami menargetkan pada 2027 sudah tidak ada lagi kasus indigenous. Upaya pencegahan dan penanganan terus kami lakukan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor serta peran aktif masyarakat dalam mendukung pengendalian malaria.

“Penanganan malaria ini butuh kerja sama semua pihak. Kami berharap masyarakat ikut berperan agar target eliminasi malaria 2027 bisa tercapai,” pungkasnya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *