Breaking News
Berita  

DINKES GELAR ON THE JOB TRAINING (OJT) DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MELALUI HPV DNA PUSKESMAS SE – KAB. BULUNGAN

Drg. H. Imam Sujono, M.AP ; OJT HPV DNA bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Tenaga Kesehatan agar lebih berkompeten dan trampil dalam melakukan Prosedur Deteksi Dini Kanker Serviks melalui HPV DNA yang efektif dan efisien. 

ON THE JOB

Mata Kaltara News, Tanjung Selor – Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan menggelar acara pembukaan On The Job Training (OJT) Deteksi Dini Kanker Serviks melalui tes HPV DNA. Rabu , 29 Oktober 2025.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini kanker serviks dengan teknologi terbaru.

banner 325x300

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Bulungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan teknologi HPV DNA, deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan lebih akurat dan efektif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.

Peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang kanker serviks.(Badrun).

Berikut ini kutipan sambutan Kadis Kesehatan Kabupaten Bulungan

Pertama-tama ijinkan saya mengajak kita semua untuk selalu memanjatkan puji dan syukur ke-Hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, dimana kita telah diberikan nikmat kesehatan dan kekuatan sehingga dapat hadir di tempat ini dalam rangka mengikuti kegiatan “On The Job Training (Ojt) Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui HPV DNA”.

Hadirin sekalian yang berbahagia, Kanker leher rahim merupakan kanker dengan jumlah kasus ke-2 tertinggi di Indonesia dengan estimasi kasus baru sebanyak 36.964 kasus dan menyebabkan 20.708 kematian.

Di wilayah South Eastern Asia (SEARO), Indonesia menduduki urutan pertama angka kesakitan dan angka kematian terbanyak dengan incidence rate 23,3 per 100.000 dan mortality rate 13,2 per 100.000 (IARC, 2022).

Hal ini mengindikasikan lemahnya upaya pencegahan dan penanggulangan serta buruknya pelayanan kanker (vaksinasi, skrining, dan tatalaksana) di Indonesia.

Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2018 menyebutkan angka prevalensi penyakit kanker di Indonesia sebesar 1,79 per 1000 penduduk.

Prevalensi tertinggi untuk penyakit kanker yang tertinggi di Provinsi D.I. Yogyakarta, yaitu sebesar 4,86%, dan untuk pravalensi kanker di provinsi Kalimantan Utara yaitu sebesar 2,16%. Data RS Kanker Dharmais dari tahun 2010-2013 menunjukan bahwa penyakit kanker terbanyak di RS Kanker Dharmais adalah kanker payudara, serviks, paru, ovarium, rektum, tiroid, usus besar, hepatoma, dan nasofaring, dan jumlah kasus baru serta jumlah kematian akibat kanker tersebut terus meningkat.

 

Berdasarkan studi, diketahui bahwa 99,7% kanker leher rahim berhubungan dengan infeksi persisten Human Papilloma virus (HPV) yang ditransmisikan melalui kontak seksual (Judson 1992; Walboomers et al. 1999). Terdapat 14 tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker yakni tipe HPV risiko tinggi (high risk-HPV) atau disebut tipe HPV onkogenik yaitu utamanya tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58.

Pada tahun 2020, WHO mengeluarkan strategi global untuk mengakserelasi eliminasi kanker leher rahim di dunia dan untuk mendukung eliminasi ini, Indonesia mengeluarkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim.

Tahun 2023-2030 dengan target 90% anak peremuan dan laki-laki usia 15 tahun divaksinasi HPV, 75% wanita usia 30-69 dilakukan skrining dengan DNA HPV serta 90% wanita dengan lesi pra-kanker dan kanker invasive mendapatkan Tatalaksana sesuai standar.

Berdasarkan strategi global maka diperlukan detek dini kanker leher rahim dengan menggunakan performa tinggi seperti tes DNA HPV sehingga diperlukan kegiatan introduksi tes DNA HPV dengan menggunakan metode dan alat yang ada.

Terkait dengan hal tersebut, setelah dilakukan identifikasi, saat ini di Indonesia terdapat 2 metode pemeriksaan DNA HPV yaitu dengan memakai metode tes cepat molekuler (TCM) dan secara PCR (polymerase chain reaction).

Untuk mendukung akselerasi eliminasi kanker leher rahim global, Indonesia meluncurkan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim dengan salah satu targetnya adalah 75% wanita usia 30-69 tahun dilakukan skrining dengan metode DNA HPV. Sehubungan dengan hal tersebut.

Pada tahun 2023 Kementerian Kesehatan menetapkan skrining kanker leher rahim menggunakan metode DNA HPV menjadi program nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Pada tahun 2025, alokasi anggaran untuk program ini didistribusikan melalaui Dana Alokasi Khusus Non Fisik kepada 466 kab/kota, termasuk Kab. Bulungan. yang mana pada tahun 2025 mendapatkan alokasi anggaran sebanyak 1015 Perempuan usia 30 – 69 tahun yang akan dilakukan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui HPV DNA.

Pemeriksaan melalui HPV DNA dikabupaten bulungan

akan dilakukan dengan metode PCR (polymerase chain reaction) dengan laboratorium rujukan pemeriksaan adalah BLUD Labkesda Kabupaten Bulungan.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, Dengan demikian, OJT HPV DNA bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, lebih berkompeten dan trampil dalam melakukan prosedur Deteksi dini Kanker Serviks melalui HPV DNA yang efektif dan efisien. Sehingga dapat Mengurangi angka kejadian kanker serviks.

Kiranya demikian yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini, selanjutnya dengan selalu mengharapkan petunjuk dan rahmat dari Allah SWT.

Dengan ucapan “Bismillahirahmaanirrahiim” maka kegiatan ON THE JOB TRAINING (OJT) DETEKSI DINI KANKER SERVIKS MELALUI HPV DNA PUSKESMAS SE – KAB. BULUNGAN pada hari ini Rabu, Tanggal 29 Oktober 2025 saya nyatakan resmi dibuka.

Terima kasih Wassalamu’alaikum wr wb

Selamat pagi salam sejahtera buat kita semua

Kepala Dinas Kesehatan,

Drg. H. Imam Sujono, M.AP.

banner 325x300
Penulis: Redaksi Mata Kaltara NewsEditor: Mata kaltara NewsSumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *