Tanjung Selor, Kaltara – Insiden peneguran dua wartawan oleh oknum polisi setelah acara peliputan di Polda Kaltara telah mendapat perhatian dari Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto.
Kapolda Kaltara secara spontan meminta maaf kepada wartawan saat bertemu di Bandara Tanjung Harapan.
“Kami mengakui kejadian tersebut dan menyatakan permintaan maaf atas insiden yang terjadi pada dua wartawan tersebut,” kata Kapolda Kaltara.
Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol Soeseno Noerhandoko, bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti insiden ini dengan memanggil oknum yang terlibat untuk klarifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Ombudsman Kaltara, Maria Ulfah, menyatakan bahwa insiden tersebut dapat dihindari jika ada koordinasi yang baik antara pihak kepolisian dan wartawan.
“Jurnalis di satu sisi merupakan representasi masyarakat dalam hal mendapatkan layanan informasi yang terbuka,” kata Maria.
Maria juga menyarankan agar pihak kepolisian dapat meminta bantuan dari Humas Polda Kaltara untuk memperjelas prosedur peliputan dan memberikan akses informasi yang lebih terbuka kepada wartawan.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltara, Victor Ratu, menyatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh miskomunikasi dan kurangnya koordinasi dari Kabid Humas Polda Kaltara.
“Kedua wartawan tersebut telah menjalankan tugas peliputan seperti biasa tanpa mengganggu jalannya acara,” kata Victor.














