Breaking News
Berita  

Semarakkan HUT PPNI ke-51 & Hari TB Sedunia, DPK PPNI Peso Kabupaten Bulungan Bagi Santunan Kepada Penderita TB

Matakaltaranews.com – Bulungan, Semarak perayaan Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (HUT PPNI) ke-51 yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2025 berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Tak ketinggalan, gegap gempita HUT PPNI yang ke-51 ini juga dimeriahkan oleh Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Peso Kabupaten Bulungan dengan menggelar Bakti Sosial berupa pemeriksaan gratis kepada puluhan warga serta pembagian santunan kepada penderita TB.

Ketua DPK PPNI Peso Kabupaten Bulungan Supiansyah, A.Md.Kep mengatakan bahwa peringatan HUT PPNI ke 51 yang mengusung tema “Perawat Kuat Bersinergi Membangun Bangsa” tidak hanya menjadi momentum refleksi profesi, tetapi juga aksi nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat serta menghadapi tantangan kebijakan kesehatan di masa depan.

banner 325x300

Lanjut kata Supiansyah pelayanan keperawatan sama seperti pelayanan kesehatan pada umumnya. “Karena sejatinya semua kita mempunyai spirit yang sama yakni mother insting, hubungan perawat dan pasien diibaratkan seperti kegelisaan hati seorang ibu terhadap anaknya yang sakit’, pungkasnya.

“Adapun pemberian santunan kepada penderita TB adalah sekaligus dalam rangka peringatan hari TB sedunia yang jatuh pada hari ini (baca, 24 Maret) dengan tujuan untuk memberikan semangat serta apresiasi kepada mereka untuk terus rutin minum obat dengan rutin”, tutur Supiansyah.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan bersama dengan UPTD Puskesmas Long Bia dan masyarakat di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan (24/03/2025).

Kegiatan bakti sosial diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis kepada puluhan masyarakat dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada penderita TB. Tampak masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini cukup antusias.

Berdasarkan keterangan dari pengelolah program TB UPTD Puskesmas Long Bia, Yuliana Sakti, A.Md.AK menyebutkan bahwa prevalensi TB di Kecamatan Peso sebesar 137 per 100.000 populasi atau terdapat 6 kasus. Angka ini merupakan kasus yang sementara dalam pengobatan dari tahun lalu serta 1 kasus baru yang ditemukan di tahun ini. (rdm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *