Breaking News

Kisah Pelayanan Bidan Lilis Yang Banyak Menginspirasi

Matakaltaranews.com – Bulungan, Mengabdikan diri sebagai seorang bidan memiliki nikmat tersendiri bagi Lilis Andri Peni, A.Md.Keb (31). Tidak peduli betapa sulit medan dan jauhnya jarak yang harus ditempuh. Lilis sapaan akrabnya, selalu siap meluangkan waktunya untuk membantu serangkaian proses persalinan bagi ibu hamil di wilayah Kecamatan Peso Hilir Kabupaten Bulungan.

Lilis sudah enam tahun menjalankan pengabdiannya sebagai bidan di Puskesmas Long Bang yang mana wilayah kerjanya melewati hutan, jalan bebatuan, dan sungai sudah biasa dilakoni Lilis dan teman-temannya. Tidak jarang pula bidan Lilis harus rela meninggalkan rumah saat mendadak ada masyarakat yang membutuhkan bantuannya di malam hari.

banner 325x300

Ia tidak pernah sekalipun menolak pasien dengan alasan apapun. Lantas demikian, persoalan rupiah juga tidak pernah menjadi hambatan dan halangan bagi bidan Lilis untuk memberikan pertolongan dan pelayanan dengan setulus hati.

“Bagi saya hal yang terpenting adalah melayani, membantu ibu-ibu untuk melahirkan bayi sehat dan selamat. Hanya itu tujuan dan prioritas saya mengabdi untuk masyarakat,” terang bidan Lilis Selasa (18/3/2025) kepada media ini.
Tidak sedikit kisah piluh dari bidan Lilis dalam melakukan pelayanan khususnya di daerah terpencil yang harus menempuh perjalanan -/+ 2 jam dengan menggunakan perahu ketinting menyusuri anak sungai.

“Ada ibu yang mau melahirkan terus kami ingin membawahnya ke Puskesmas tapi ibu tersebut tidak mau, ya terpaksa kami kembali ke Puskesmas untuk mengambil alat tapi sekembalinya kami ibu tersebut sudah melahirkan”, tuturnya. “Saat itu kami harus pulang jam dua malam dengan menggunakan senter setelah memastikan ibu dan bayinya dalam keadaan sehat”, sambung Lilis.

Lain lagi dengan kisah ketika merujuk pasien ke rumah sakit dengan pendarahan, pasien bingung dengan biaya termasuk selama mereka di rumah sakit jadi terpaksa kami urunan untuk membantu ibu tersebut. Dan sekembalinya ibu tersebut dia menemui saya mengucapkan terima kasih atas pertolongan dan bantuannya. “Terima kasih banyak Bu Lilis, mungkin kalau tidak ada ibu saya sudah enggak selamat”, bidan Lilis menirukan.

Lilis mengatakan bahwa dirinya selalu berupaya agar dapat melakukan pemeriksaan kehamilan rutin dengan mendatangi langsung rumah pasien. Pasalnya, tidak jarang kontur jalanan di wilayahnya menghambat mobilitas perempuan hamil dan membahayakan kandungannya.

“Saya hanya ingin agar masyarakat di tempat saya bertugas tetap sehat, walaupun tinggal di tempat terpencil begini, tapi kami harus tetap semangat dalam memberikan pelayanan, kesehatan mereka adalah prioritas bagi kami. (rdm)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *